Unduh Aplikasi

Lagi, Tiga Titik Karhutla Kembali Terjadi di Aceh Jaya

Lagi, Tiga Titik Karhutla Kembali Terjadi di Aceh Jaya
TNI/Polri bersama petugas pemadam sedang memadamkan api dengan alat seadanya yang membakar lahan kosong di Desa Kabong. Foto: For AJNN

ACEH JAYA - Akibat musim kemarau dan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Aceh termasuk kabupaten Aceh Jaya telah mengakibatkan setidaknya tiga titik lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Aceh Jaya, Kamis (5/3).

Berdasarkan data yang diterima AJNN dari Pusdalops-PB BPBK Aceh Jaya menyebutkan jika pada Rabu (4/5) kemarin juga terjadi Karhutla di dua lokasi yakni di Desa Kabong, Kecamatan Krueng Sabee dan Desa Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya.

Sementara untuk hari ini, Kamis (5/3) juga terjadi Karhutla di tiga lokasi yakni di Desa Kabong, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya yang diperkirakan sudah terjadi sejak Rabu (4/3) hingga hari ini masih terus dilakukan upaya pemadaman yang luasnya diperkirakan lebih kurang 5 hektare.

Selanjutnya, lokasi kedua masih di Desa Kabong yang terjadi sekitar pukul 14.50 WIB, yang luasnya diperkirakan lebih kurang 500 meter.

Dan lokasi ketiga terjadi di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya yang terjadi pada pukul 14.20 WIB, dengan luas diperkirakan lebih kurang sekitar 50 meter.

Baca: Dalam Sehari, Empat Lokasi Karhutla di Aceh Jaya

"Saat ini upaya yang dilakukan tim BPBK Aceh Jaya masih terus berkoordinasi dan antisipasi bersama pihak Polri dan TNI serta melakukan pemadaman secara manual dan alat seadanya," kata petugas Pusdalops-PB BPBK Aceh Jaya, Destia Yurisfan.

Destian juga menjelaskan jika lokasi karhutla tidak terjangkau oleh armada pemadam, karena kondisi sangat jauh dan jalan tidak bisa di akses oleh mobil damkar.

Sementara, penanganan BPBK menyiapkan mesin pompa apung untuk antisipasi api meluas di bantu oleh masyarakat, TNI/POLRI, serta unsur Relawan PB lainnya

"Kondisi saat ini kami masih melanjutkan pemadaman dan untuk saat ini api sudah dapat dipadamkan, hanya beberapa kepulan asap yg diduga berasal dari dalam bawah tanah," pungkas Destian

Komentar

Loading...