Unduh Aplikasi

L300 Angkut Barang Terjungkal di Lintas Tutut-Geumpang Anggota DPRA Tarmizi Kecewa

L300 Angkut Barang Terjungkal di Lintas Tutut-Geumpang Anggota DPRA Tarmizi Kecewa
Mobil L300 yang terbalik di Lintas Tutut-Geumpang. Foto: Screenshot video.

ACEH BARAT - Video menegangkan saat melintas di ruas jalan Provinsi Tutut-Geumpang viral di kalangan masyarakat Aceh Barat. Pada video tersebut menunjukkan satu unit mobil angkutan barang atau pick up L300 terjungkal saat hendak mendaki di kawasan pegunungan Tungkop.

Peristiwa terjungkalnya mobil L300 pick up tersebut, saat mencoba memaksa untuk bisa melintasi jalan menanjak dengan badan jalan yang rusak parah di kawasan Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat atau lebih dikenal Simpang Beiben oleh warga di sana.

Namun lantaran tidak kuat ditanjakan membuat mobil itu mundur, saat mobil mundur sang supir yang mencoba banting stir kearah kiri dengan tujuan agar tidak terlalu jauh meluncur kebawah dan salah-salah masuk jurang, akan tetapi mobil itu malah terbalik dan bak belakang mobil hampir saja menabrak gunung, beruntung tidak ada korban jiwa.

Tidak hanya mobil L-300 pick up itu saja pada saat itu yang kesulitan ditanjakan Gunung tungkop, akan tetapi ada satu unit mobil L300 angkutan penumpang yang juga kesulitan saat ditanjakan yang rusak parah itu.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tarmizi mengaku kecewa dengan pemerintah Aceh yang dinilai kurang merespon terhadap kerusakan badan jalan tersebut.

Padahal, kata dia, badan jalan itu merupakan lintas provinsi yang menjadi tanggung jawab pemerintah Aceh dalam pembangunannya.

"Untuk anggarannya tahun ini memang sudah dianggarkan sekitar lima miliar. Anggaran itupun kita perjuangkan tahun 2020 lalu masa kadis PUPR Aceh Pak Fajri. Dan kalau kita lihat itu masih belum mencukupi, harusnya 50 miliar," kata Tarmizi.

Sebab, kata dia, dengan anggaran 5 miliar tersebut ada beberapa titik kerusakan yang harus diperbaiki di jalan lintas provinsi yang menghubungkan barat selatan dengan pantai timur Aceh.

Kata dia, anggaran lima miliar yang dialokasikan saat ini kemungkinan hanya mampu menangani pada ruas jalan Meulaboh-Tutut tepat di Desa Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI yang kondisinya juga kian parah dengan lubang yang telah terbentuk seperti kolam.

"Dari kerusakan badan jalan lintas provinsi  ini memang setelah kita minta Kadis PUPR Aceh Barat menyurati Provinsi dan telah di surati dan ada tiga titik kerusakan di daerah ini, bahkan telah ditantangani Bupati. Tapi itu dia yang dialokasi provinsi cuma lima miliar. Itu kan cuma di daerah sawang Teubee saja paling, disitu saja dan sedikit di Pasi Kumbang udah habis anggarannya," ungkap Tarmizi.

Tarmizi mengatakan, dirinya pernah meminta Pemerintah Aceh mengalihkan kegiatan multiyears yang tidak mendesak saat itu anggarannya untuk perbaikan ruas Jalan Meulaboh-Pidie tetapi tidak mendapat respon.

Dirinya pun merasa, kawasan pantai barat Aceh seperti dianak tirikan dalam hal pembangunan. Padahal, kata dia, jalan ini  menjadi jalan alternatif menuju ke Banda Aceh saat bencana tsunami Aceh 26 Desember 2004 silam.

"Saya tidak tahu kenapa barat selatan ini selalu dianaktirikan. Padahal inilah satu-satunya jalan ruas provinsi yang di biayai APBA. Kalau seperti Beutong itukan APBN meski statusnya juga provinsi," imbuhnya.

Komentar

Loading...