Unduh Aplikasi

Kurang Dukungan Pemkab, Ketua PSSI Aceh Barat Mengundurkan Diri

Kurang Dukungan Pemkab, Ketua PSSI Aceh Barat Mengundurkan Diri
Mantan Ketua PSSI Aceh Barat, Akrim. Foto: Ist

ACEH BARAT - Akrim, resmi mengajukan pengunduran diri dari Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh Barat. Salah satu alasan dia mengundurkan diri karena kesibukannya dalam pekerjaan.

Namun, alasan lain dirinya mundur adalah kurangnya dukungan dari pemerintah kabupaten setempat, dan  membuat olahraga tersebut jalan di tempat.

Akrim menjelaskan seharusnya Pemerintah Aceh Barat lebih memperhatikan olahraga sepakbola, pasalnya olahraga tersebut selama ini belum mampu membawa Aceh Barat dikancah provinsi maupun nasional.

"Selama saya Ketua PSSI, hanya ada Rp 100 juta yang dibantu ketika Piala Suratin Cup 2018 di Abdya. Uang itu untuk kegiatan latihan dan persiapan, itu juga tidak cukup, dan terpaksa saya mengeluarkan uang prbadi," kata Akrim, saat dihubungi AJNN, Jumat (30/8).

Ia mengaku kecewa dengan sikap Bupati Aceh Barat, Ramli MS, lantaran dinilai kurang respon dalam menanggapi persoalan tersebut. Harusnya, Ramli MS mengambil langkah kongkrit dalam memajukan dunia sepakbola melalui anggaran yang lebih besar.

"Tapi faktanya bupati seperti kurang respon," ungkapnya.

Hal itu terbukti dimana selama dua tahun kepemimpinan Ramli MS, belum pernah ada event memperebutkan Piala Bupati atau Bupati Cup.

"Saat kami koordinasi itu katanya di bawah KONK, tapi selama ini KONI juga mengaku kekurangan anggaran, sehingga harus bagi-bagi untuk setiap cabor," ujarnya.

Akibat kekurangan anggaran, dia merasa malu dengan para pendukungnya. Pasalnya saat mencalonkan diri sebagai Ketua PSSI, dirinya telah berjanji memajukan dunia sepakbola Aceh Barat.

Bahkan, beberapa kegiatan pun telah dirumuskannya, seperti melakukan seleksi bibit atlit sepakbola, hingga mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) mulai dari anak usia dini.

"Tapi alasan utama saya juga karena sibuk dengan kegiatan pribadi hingga saya mengundurkan diri. Lantaran kesibukan selama ini saya tidak sempat mengurus organisasi ini," jelasnya

Selama sibuk dalam kegiatan pribadi, ia mengaku  juga kurang mendapat kabar tentang persoalan dan perkembangan organisasi. Pasalnya pengurus, seperti Sekjen PSSI Aceh Barat, Dedi Iskandar, juga tidak pernah menghubunginya.

Akibatnya, ia tidak tahu harus mengambil langkah apa dalam melaksanakan setiap kegiatan yang ada. Ia sendiri tidak tahu apa alasan tidak pernah mendapatkan kabar dari Sekjen PSSI setempat.

"Kalau bicara hubungan kami baik-baik saja. Bahkan kalau hal-hal lain kami selalu berkomunikasi," ucapnya.

Akrim tidak tahu apakah karena selama ini sering tidak berada di daerah tersebut bahkan sempat di luar negeri selama enam bulan terakhir, sehingga tidak pernah ada komunikasi dari Sekjen PSSI lantaran sulit dihubungi.

"Harusnya jika sulit untuk menghubungi bisa saja lewat pesan WhatsApp agar mendapatkan perkembangan," jelasnya.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...