Unduh Aplikasi

Kunker di Akhir Masa Jabatan, Ketua DPRK; Itu Tidak Melanggar Aturan

Kunker di Akhir Masa Jabatan, Ketua DPRK; Itu Tidak Melanggar Aturan
Ketua DPRK Pidie Jaya, Armia Harun

PIDIE JAYA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya, Armia Harun mengatakan, kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan oleh 20 anggota DPRK setempat ke Pulau Jawa tidak melanggar aturan.

"Sebenarnya jangan dengan saya diwawancara, lebih baik ditanyakan kepada yang pergi kesana (Jawa Barat). Namun saya hanya dapat menjelaskan kalau aturannya tidak melanggar, aturannya ditak dipermasalahkan," kata Armia Harun kepada AJNN, Senin (19/8).

Armia mengakui, kalau kunker 20 anggota dewan itu, hasilnya tidak dapat diimplementasikan di kabupaten pemekaran dari Kabupaten Pidie pada 2007 lalu itu. Namun lanjutnya, sebagian yang ikut ke Pulau Jawa juga terdapat anggota dewan yang kembali akan menjabat pada periode selanjutnya.

Baca: "Jalan-Jalan" di Akhir Masa Jabatan, Dewan Pijay Habiskan Anggaran Ratusan Juta

"Ada sekitar 18 atau 20 anggota dewan yang ke Jawa, saya tidak pergi, karena ada urusan partai yang tidak dapat saya tinggalkan. Hasilnya mungkin dapat diterapkan oleh anggota dewan yang kembali menjabat untuk periode selanjutnya," sebutnya.

Alsan lain ia memberi izin "jalan-jalan" kepada 20 anggota dewan Pijay ke Pulau Jawa itu adalah, sebelumnya wakil rakyat Pidie Jaya itu tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan kunker.

"Selama ini kan sibuk dengan pembahasan, jadi tidak ada kesempatan untuk kunker. Jadi kebetulan ada waktu sedikit lagi saat ini, kan tidak mungkin saya tidak memberi izin," jelasnya.

Disamping itu, Armia Harun memastikan pada Senin 26 Agustus 2019, estafet anggota dewan Pidie Jaya akan diserahkan kepada wakil rakyat terpilih pada pemilu April lalu.

"Pelantikan anggota DPRK Pidie Jaya periode 2019-2024, sudah pasti Senin depan, undangannya sudah dibagikan, SK gubernur juga sudah turun," terang politisi Partai Aceh itu.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...