Unduh Aplikasi

Kuasa Hukum Tiyong: Mediasi Harus Hadirkan Irwandi Yusuf

Kuasa Hukum Tiyong: Mediasi Harus Hadirkan Irwandi Yusuf
Kuasa hukum Irwandi Yusuf (tiga orang dari kiri) bersama kuasa hukum Tiyong dan Miswar Fuadi saat bincang-bincang usai persidangan. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Sidang perdana gugatan Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) Irwandi Yusuf terhadap DPP PNA versi Kongres Luar Biasa, Samsul Bahri alias Tiyong Cs, berlangsung di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (21/10).

Pada persidangan itu, Ketua Majelis Hakim menawarkan untuk menempuh jalur perdamaian atau mediasi. Namun, kedua pihak tidak mengiyakan langkah tersebut.

Kuasa Hukum Tiyong, Kamaruddin mengatakan, jika menempuh jalur mediasi untuk penyelesaian secara damai, maka Irwandi Yusuf selaku penggugat harus dihadirkan.

Tetapi disisi lain, Irwandi Yusuf saat ini sedang menjalani hukuman tahanan terkait kasus korupsi yang menjeratnya.

Kata Kamaruddin, sesuai peraturan Mahkamah Agung (MA) nomor 1 tahun 2016 tentang mediasi, unsur prinsipal dalam hal ini Irwandi Yusuf selaku penggugat harus dihadirkan.

Baca: Sidang Perdana Kisruh Dualisme PNA, Majelis Hakim Tawarkan Jalan Damai

"Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2016 yang menyatakan bahwa mediasi itu harus dihadirkan prinsipal. Kita tetap berpandangan pada peraturan perundang-undangan yang ada," kata Kamaruddin kepada wartawan usai persidangan.

"Tapi dalam hal ini prinsipal tidak bisa dihadirkan lantaran yang bersangkutan masih ditahan karena kasus dengan KPK," sambungnya.

Kamaruddin juga menuturkan, terkait konflik internal di tubuh DPP PNA ini, sudah pernah dilakukan upaya perdamaian di luar peradilan, tapi belum juga membuahkan hasil.

"Sebenarnya, proses perdamaian di luar peradilan, diluar mediasi ini juga sudah dilakukan, tapi tidak tercapai," pungkasnya.

Komentar

Loading...