Unduh Aplikasi

Kuasa Hukum: Penetapan Tersangka Tgk Janggot Prematur

Kuasa Hukum: Penetapan Tersangka Tgk Janggot Prematur
Surat penetapan tersangka Tgk Janggot. Foto: For AJNN

BANDA ACEH - Nasib apes dialami Zahidin alias Tgk Janggot. Ia yang merupakan korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS kini malah menjadi tersangka. Tgk Janggot dijadikan tersangka oleh Polres Aceh Barat setelah dilaporkan balik oleh orang nomor satu di Aceh Barat itu. 

Sementara laporannya terkait pemukulan yang diduga dilakukan oleh Ramli MS, tidak mampu menjerat Bupati Ramli sebagai tersangka. 

Kasus yang awalnya diusut oleh Polres Aceh Barat yang kemudian diambil alih oleh Polda Aceh itu, penyidik malah menetapkan Yan atau Si Om sebagai tersangka. Padahal Tgk Janggot melaporkan Bupati Ramli sebagai pelaku pemukulan.

Selajutnya, pada 17 Juli 2020, Bupati Ramli melaporkan balik Tgk Janggot ke Polres Aceh Barat dengan dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan atau ancaman penistaan dan atau kejahatan terhadap kekuasaan umum atau penistaan dengan tulisan dan atau penghinaan.

Ternyata selain Tgk Janggot, Polres Aceh Barat juga menetapkan T Abdul Azis alias Tgk Azis dan Akrim.

Kuasa hukum Tgk Janggot, Zulkifli sudah sejak awal memprediksi kalau kliennya itu akan dijadikan tersangka atas laporan Bupati Ramli. Namun, ia menilai penetapan tersangka terhadap Tgk Janggot prematur, tanpa dasar dan terkesan dipaksakan.

"Dari video sudah jelas dilihat, tidak ada pengancaman. Makanya kami menilai penetapan tersangka Tgk Janggot tanpa dasar dan dipaksakan alias prematur," kata Zulkifli kepada AJNN, Kamis (21/1) di Banda Aceh.

Selain itu, Zulkifli juga mengaku tidak diundang dalam gelar perkara Tgk Janggot, sementara kuasa hukum Ramli MS, selaku pelapor malah diundang. Sehingga ia menilai ada keanehan dan kekacauan hukum yang dipertontonkan oleh Polres Aceh Barat.

"Ada kekacauan hukum yang sedang dipertontonkan oleh Polres Aceh Barat, dimana seharusnya laporan Ramli MS baru dapat diproses setelah kasus Tgk Janggot terhadap Ramli selesai atau terbukti tidak bersalah," jelasnya.

Dari pengakuan klienya dan saksi, Tgk Janggot datang ke Pendopo Bupati Aceh Barat dengan terlebih dahulu meminta izin dari petugas piket. Selanjutnya Tgk Janggot Cs diminta untuk menunggu sebentar, karena Bupati Ramli sedang tamu.

"Ketika pertemuan, tidak ada kata-kata penghinaan atau pengancaman atau penistaan maupun penyerangan terhada kekuasaan yang sah. Klien kami hanya mengatakan tolong jangan besarkan suara kepada Ramli, apakah itu bisa dikatakan penghinaan atau pengancaman atau penistaan maupun penyerangan terhadap kekuasaan yang sah, ini sangat aneh," ujarnya.

Terkait kasus itu, Zulkifli akan mengajukan praperadilan dan melaporkan Kapolres, Kasat Reskrim, maupun penyidik ke Propam Mabes Polri. Alasannya karena ia menilai kasus kliennya itu hanyalah rekayasa.

"Surat penetapan tersangka terhadap Tgk Janggot sudah kami terima, kami juga sudah kumpulkan sejumlah bukti untuk kami ajukan praperadilan. Insyaallah dalam waktu dekat ini kami akan daftarkan praperadilan," jelasnya.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...