Unduh Aplikasi

Kuasa Hukum Bantah Soenarko Terlibat Kasus Senjata Ilegal

Kuasa Hukum Bantah Soenarko Terlibat Kasus Senjata Ilegal
Foto: RMOL

BANDA ACEH - Kuasa hukum mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko membantah keras bahwa kliennya terlibat dalam kasus dugaan penyelundupan senjata api ilegal seperti yang telah disangkakan saat ini.

Kuasa hukum Soenarko, Ferry Firman Nurwahyu, mengatakan apa yang sudah diberitakan saat ini merupakan suatu fitnah untuk membunuh karakter Soenarko, karena tidak ada bukti apapun. Dirinya sangat prihatin atas penangkapan purnawirawan TNI dan Polri tersebut mengingat yang bersangkutan tidak mungkin melanggar sumpah mereka.  

"Mayjen TNI (Purn) Soenarko tidak pernah memasukkan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine ke Indonesia," kata Ferry Firman Nurwahyu,  dalam jumpa pers di Hotel Century, Jakarta Pusat, Jumat (31/5).

Menurut Ferry, pernyataan kepada media massa selama ini tidak benar dan menyesatkan, serta telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Karena memang Soenarko tidak pernah menerima, menyimpan atau menyembunyikan senjata M16 A1 maupun M4 Carbineb tersebut.

"Soenarko tidak pernah membuat, menerima, menyimpan, menyembunyikan dan mengangkut senjata M16 A1 maupun M4 Carbine," tegasnya.

Selain itu, kata Ferry, Soenarko juga tidak pernah melakukan, menyuruh maupun ikut serta melakukan perbuatan yang membuat kericuhan pada aksi 22-23 Mei 2019 lalu, sebagaimana surat dari Bareskrim Polri Direktorat Tipidum perihal dimulainya penyidikan.

"Soenarko tidak pernah melakukan, menyuruh, tidak turut serta terlibat kericuhan dalam aksi massa pada 22-23 Mei 2019, sebagaimana dimaksud dalam surat dari Bareskrim Polri Direktorat Tipidum Nomor : B/98-5a. Subdit I/V/2019/Dit Tipidum, perihal pemberitahuan dimulainya penyidikan tanggal 18 Mei 2019," tuturnya.

Sementara itu, dalam konferensi pers ini, Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo juga membantah perihal penangkapan Soenarko di bandara serta penggunaan senjata rakitan. Kemudian dirinya agar jangan terlalu mudah menggunakan kata makar, seakan-akan mereka tidak cinta terhadap merah putih.

"Tidak benar Pak Soenarko ditangkap di bandara, menggunakan senjata rakitan, itu tidak benar, boleh pak Narko dibilang bersalah tetapi jangan dibilang makar, jangan mudah menggunakan kata makar, jangan sekali-kali menuduh kami tidak cinta merah putih, pemberitaan mengenai Pak Soenarko jelas bukan hanya menyakiti hati keluarga pak Soenarko dan menyakiti korps baret merah," imbuhnya.

Komentar

Loading...