Unduh Aplikasi

Kuasa Hukum Baca Pembelaan, Oknum Security KPPN Akui Bersalah kepada Majelis Hakim

Kuasa Hukum Baca Pembelaan, Oknum Security KPPN Akui Bersalah kepada Majelis Hakim
Proses persidangan oknum Security KPPN di PN Lhokseumawe. Sarina

LHOKSEUMAWE – Sidang lanjutan terhadap Romi Juwanda oknum security KPPN Lhokseumawe berlangsung di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe.

Pada sidang dengan agenda penyampaian pledoi atau pembelaan dari kuasa hukum terdakwa, Romi meminta kesempatan untuk menyampaikan sejumlah permintaan kepada majelis hakim di akhir sidang.

“Saya mengakui kalau saya bersalah, namun saya memohon keringanan hukuman. Soalnya istri saya sedang hamil dan usia kehamilan lima bulan,” kata Romi di hadapan majelis hakim.

Mendengar Romi mengaku bersalah, sontak membuat kuasa hukumnya dan juga JPU terkejut. Pasalnya, agenda sidang tersebut yakni menyampaikan pembelaan kalau Romi tidak bersalah, namun terdakwa malah justru mengakui kesalahannya.

“Ini membuat JPU bingung untuk menjawab apa, namun saya akan menanggapi pembelaan dari kuasa hukum dengan tulisan,” Jawab JPU Fakhrillah, saat ditanyai majelis hakim.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Fauzan mengatakan, pengakuan bersalah yang disampaikan oleh kliennya itu merupakan pengakuan telah memukul Wirna, bukan mengakui bersalah dalam kasus tersebut. Karena menurutnya di sini saksi korban lah yang memukul terdakwa terlebih dahulu.

“Jadi isi pledoi yang kita bacakan tadi yakni kita minta untuk terdakwa Romi dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan. Karena menurut hasil kajian kami dalam KUHP sendiri ada pasal yang menyatakan bahwa seseorang tidak boleh dipidana kalau tindakan itu untuk membela dirinya sendiri. Dan di sini terbukti kalau kemarin duluan saksi korban yang melakukan pemukulan, sehingga terdakwa membalas memukuli, itu bukan tindak pidana,” kata Kuasa Hukum terdakwa.

Sambungnya, terdakwa berkerja sebagai security, dan punya tanggungjawab dan tugas untuk menjaga ketertiban di situ. Sehingga wajar kalau terdakwa menegur saksi korban. Jadi malah yang didapat Wirna memukul terdakwa.

“Terdakwa mengakui kesalahan artinya mengakui perbuatan bahwa terdakwa memukul korba. Tapi pemukulan itu bukan tindak pidana menurut KUHP,” imbuhnya.

 

Komentar

Loading...