Unduh Aplikasi

Kuasa Hukum: Ada Dugaan Rekayasa Kasus Penangkapan Silver Sea

Kuasa Hukum: Ada Dugaan Rekayasa Kasus Penangkapan Silver Sea
Sidang Gugatan Silver Sea
SABANG - Kuasa hukum Silver Sea (SS-2) Hendri Rivai mengatakan dalam penetapan tersangka Yotin Kuarabiab kapten kapal berbendera Thailand ituĀ diduga ada rekayasa kasus yang dilakukan oleh kasatker Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Belawan.

Hal ini dibuktikan dari perbedaan surat perintah penyidikan (sprindik) yang diterbitkan oleh kasatker Belawan atas nama Basri yang menandatanggani surat perintah tersebut.

"Dalam satu hari ada dua sprindik yg diterbitkan oleh kasatker belawan pada objek yang sama, ini bukti ketidak profesional kerja KKP," katanya usai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Sabang, Senin (12/10).

Ia juga menyebutkan dari dua sprindik yang telah dikeluarkan satu di antaranya berlaku mundur di mana sprindik tersebut diberlakukan tanggal 28 Februari 2015, sementara dikeluarkan pada 28 Agustus 2015.

"Hal ini nyata bahwa kedua sprindik termohon tersebut melanggar hukum dan tidak sah dan berakibat batalnya seluruh administrasi penyidikan yang dilakukan termohon," jelasnya.

Yang anehnya lagi, lanjut Hendri sprindik yang telah dikeluarkan kasatker Belawan yang namanya tertera dalam sprindik itu terdapat perbedaan dengan sprindik pertama dan ada kejanggalan yang nyata.

"Pelapornya berubah dari masyarakat menjadi kasatker pengawasan Sabang-Lampulo, jumlah penyidik dan perbedaan penerapan pasal dugaan tindak pidana yang dilakukan pemohon," jelasnya.

Menurutnya dengan dikeluarkannya dua sprindik itu menyebabkan tidak ada kepastian hukum untuk melakukan proses penyidikan lebih lanjut.

| TOMMY

Komentar

Loading...