Unduh Aplikasi

KSPI Aceh: Jika Tak Lengkap Izin, Pulangkan 38 TKA ke Negaranya

KSPI Aceh: Jika Tak Lengkap Izin, Pulangkan 38 TKA ke Negaranya
Para pekerja asal China tiba di Nagan Raya melalui Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) daerah Aceh angkat bicara terkait kedatangan 38 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina untuk berkerja di PLTU 3-4 di Nagan Raya, dan disambut baik berbagai pihak.

Sekretaris KSPI Aceh, Habibi Inseun menyayangkan adanya kedatangan TKA asal Cina ke Aceh di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Kami telah mengomentari beberapa bulan lalu 29 TKA yang bermasalah. Hari ini masuk lagi 38 orang yang belum melengkapi syarat bekerja," kata Habibi Inseun dalam keterangannya kepada AJNN, Jumat (28/8).

Baca: 38 Pekerja Asal China Tiba di Nagan Raya

Kata Habibi, kedatangan TKA tersebut juga mendapat penolakan dari masyarakat Nagan Raya ketika akan diisolasi, dan akhirnya dibawa ke mess perusahaan.

Habibi menyampaikan, para TKA tersebut diduga juga belum mengantongi izin lengkap untuk bekerja.

"Kami telah koordinasi dengan pengawas tenaga kerja provinsi, jika belum ada izin kami minta pemerintah pulangkan mereka untuk melengkapi dahulu izin," ujarnya.

"25 Agustus lalu sudah kami sampaikan di depan DPR Aceh, Disnaker Aceh bahwa belum disahkan RUU Cipta kerja (Omnibuslaw) praktek seperti ini terus terjadi, bagaimana kedaulatan negeri kita," sambung Habibi.

Habibi mengatakan, Aceh memang memerlukan investasi, tetapi juga tidak bisa dilonggarkan dalam hal perlindungan serta kepastian hukum.

Karena, selain UU 13 Tahun 2003, Aceh juga memiliki qanun ketenagakerjaan yang didalamnya jelas telah mengatur tentang TKA.

Dimana, lanjut Habibi, setiap TKA dapat bekerja di Aceh setelah memperoleh izin sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Izin yang dimaksud hanya dapat
diberikan setelah pemberi kerja membuat RPTKA sesuai dengan regulasi, dan disahkan oleh SKPA terkait," ucapnya.

Habibi mengingatkan, jangan sampai masyarakat Aceh hanya menjadi penonton, untuk itu pemerintah harus bisa mempersiapkan penggunaan tenaga kerja. Sebelum investasi hadir semuanya sudah disiapkan, tidak hanya sekedar mempermudah izin serta menyiapkan lahan.

"Kami desak Pemerintah Aceh serius tangani ini, jika pekerja asing masuk belum lengkapi izin segera kembalikan ke negaranya," pinta Habibi. 

Komentar

Loading...