Unduh Aplikasi

KSPI Aceh: 44 TKA Cina akan Tiba di Nagan Raya Lusa

KSPI Aceh: 44 TKA Cina akan Tiba di Nagan Raya Lusa
Para pekerja asal China tiba di Nagan Raya melalui Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya beberapa waktu lalu. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) daerah Aceh menerima kabar bahwa sebanyak 44 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina akan kembali tiba di Aceh pada Jumat, 11 September 2020 lusa.

"Informasi terbaru 44 orang TKA Cina akan kembali landing di Aceh pada 11 September 2020 mendatang, mereka bakal masuk ke Nagan Raya," kata Sekretaris KSPI Aceh, Habibi Inseun dalam keterangannya kepada AJNN, Rabu malam (9/9).

Baca: KSPI Aceh: Jika Tak Lengkap Izin, Pulangkan 38 TKA ke Negaranya

Habibi menyampaikan, informasi kedatangan 44 TKA Cina itu diterima pihaknya setelah melakukan pertemuan informal dengan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh.

Dimana, kata Habibi, Disnakermobduk Aceh baru saja menerima surat dari Disnaker Nagan Raya tentang permohonan untuk menurunkan tim pengawas tenaga kerja pada 11 September 2020 nanti untuk memeriksa kelengkapan dokumen 44 TKA Cina yang akan masuk dan bekerja di PLTU 3-4 Nagan Raya.

"Kadisnaker provinsi sendiri terkejut karena PT Meulaboh Power Generation (PT MPG) belum menyampaikan apapun terkait rencana penggunaan dan kehadiran TKA tersebut," ujarnya.

Habibi mengaku sudah menghubungi Kadisnaker Nagan Raya Rahmatullah, dan ia sudah membenarkan bahwa 44 TKA Cina akan datang ke kabupaten tersebut sebagaimana kabar dari agen yang membawa pekerja Cina itu untuk bekerja di PT MPG.

"Besok perwakilan agen akan dipanggil untuk dimintai keterangan lebih detail terkait dokumen dan hal lain-lainnya," ucapnya.

Habibi menuturkan, hasil rapat Forkopimda Nagan Raya terkait 39 TKA yang telah masuk dan bermasalah sebelumnya agar disiapkan tenaga pendamping dari lokal.

Namun, PT. MPG sepertinya tidak menghiraukan. Buktinya, 44 orang akan masuk, dan rencananya persiapan perekrutan tenaga kerja lokal dibicarakan kemudian hari.

"Bagi kami FSPMI-KSPI Aceh, ini melanggar qanun Aceh Nomor 7 tahun 2014 ,wajar saja kalau kami anggap qanun itu bagaikan kertas kosong," imbuhnya.

Terkait informasi kedatangan TKA Cina ini, kata Habibi, pihaknya sudah menyampaikan kepada Kapolda Aceh agar dapat menindaklanjutinya.

Selain itu, lanjut Habibi, mereka juga sudah berbicara dengan DPRA, dan menegaskan penolakan terhadap kehadiran TKA unskill dan unprosedure. Bahkan, Kadisnaker Aceh juga merasa kecewa terhadap PT MPG karena tidak memberikan laporan apapun.

"Instansi terkait lainnya seperti Kanwilkumham, Kesbangpol, Staf Ahli Gubernur, Biro Hukum, DPMPTSP juga sudah komit dan ambil sikap, tapi nyatanya informasi tetap saja hadir," pungkas Habibi.

Komentar

Loading...