Unduh Aplikasi

Kronologi Terungkapnya Kasus Korupsi yang Menjerat Wadir RSUD Langsa

Kronologi Terungkapnya Kasus Korupsi yang Menjerat Wadir RSUD Langsa
Wakil Direktur RSUD Langsa saat ditahan di Kejaksaan Negeri Langsa. Foto: AJNN.Net/Suar

LANGSA - Kronologi terungkapnya kasus pengadaan mesin genset 500 KVA + intalasinya pada RSUD Langsa yang dilakukan oleh Wakil Direktur (Wadir) Bidang Adminitrasi Umum bermula pada tahun 2016 Pemerintah Kota Langsa mendapatkan anggaran dari Dana Insentif Daerah (DID).

Waktu itu pihak RDUD Langsa merencanakan untuk pengadaan mesin genset 500 KVA + instalasinya dengan nilai HVS sebesar Rp 1,8 Miliar berdasarkan dari tiga harga pembanding yakni CV. Satya Abadi, CV. J&J Powerwindo dan CV. Indojaya Sinergi, dari ketiga perusahaan tersebut tidak benar sebagai harga pembanding (dipalsukan).

"Saat proses pelelangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Azhar Pandapotan mulai bermain dengan seorang anggota Pokja, Dedi Iskandar untuk memenangkan perusahaan yang telah ditertentukan," kata Kajari Langsa, Ihwal Nul Hakim, Selasa malam (29/10).

Waktu proses lelang berjalan, kata Kajari, anggota Pokja Dedi Iskandar atas perintah Azhar Pandapotan selaku PPK memberi bintang dalam pengadaan tersebut dan nanti akan dihubungi oleh Sutrisno (Dir CV. Serasi Nusa Indomec) untuk saling mengirim data-data harga penawaran melalui email.

Baca: Diduga Korupsi, Jaksa Tahan Wakil Direktur RSUD Langsa

Dalam melakukan penawaran Sutrisno ada perusahaan sendiri yaitu CV Serasi Nusa Indomec dan kemudian meminjam perusahan dari Medan yakni CV. Jovi Kuria, sedangkan untuk perusahaan pemenang lelang yakni CV Indodaya Bio Mandiri dengan direktur Dony Sukma yang juga merupakan rekanan dari Sutriano.

"Dalam pelelangan tersebut terjadi persekongkolan sehingga berdasarkan LHP BPK RI No.28 /LHP/XXI/2019 tanggal 16 September 2019 telah terjadi kerugian negara sebasar Rp 269 juta lebih, akibat pelelangan yang tidak benar dikarenakan CV. Indodaya Bio Mandiri dimenangkan oleh Pokja tanpa kualifikasi yang benar dan didalam pelaksaaan tersebut CV. Indodaya Bio Mandiri tidak mengerjakan pelaksaan akan tetapi CV. J&J Powerindo yang melaksanaan pekerjaan," terang Kajari.

Akibatnya, sambung Kajari, dalam kasus tersebut ditetapkan empat orang sebagai tersangka. 

"Adapun empat tersangka yakni, Azhar Pandapotan (Wadir Adminitrasi RSUD Langsa, KPA RAUD Langsa, PPK Pengadaan mesin genset), Dedi Iskandar (Anggota Pokja), Dony Sukma (Dir CV Indodaya Bio Mandiri) dan Sutrsisno (Dir CV Serasi Nusa Indomec)," ujarnya.

Untuk sementara, kata Kajari, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari sejak 29 Oktober 2019 s/d 17 November 2019 guna menghindari melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Komentar

Loading...