Unduh Aplikasi

Kronologi Pemukulan Dua Siswa di SMA 1 Blangpidie

BLANGPIDIE-Peristiwa pemukulan oleh Arianto, kepala sekolah di SMA 1 Blangpidie terhadap dua siswa berinisial AS dan SH, bermula saat dua orang siswa itu meninggalkan kelas dengan alasan membeli pulpen saat proses belajar mengajar dimulai tanpa meminta izin kepada Hilda guru mata pelajaran Georgafi.

Namun, entah karena terlalulama berada diluar, keduanya tidak diperkenankan masuk lagi ke kelas. Di luar kelas, AS dan SH di dapati sedang mengangu temannya yang sedang belajar di kelasnya sendiri.

Merasa terganggu ibu Hilda saat berakirnya mata pelajaran yang di pegangnya memangil kedua siswa menghadapnya dikantor guru, bermaksud menasehati kedua peserta didiknya agar apa yang dilakukan mereka hari itu tidak kembali.

Tidak bisa dihindari, Hilda bersama dua siswanya sempat adu mulut, karena apa yang dinasehati terus dibantah dengan suara sedikit lantang, hingga membuat Hilda menangis.

Saat pertengkaran berlangsung, Arianto selaku kepala sekolah saat itu, sedang melakukan perngawasan di komplek sekolah, karena beredar informasi adanya siswa yang sedang merokok, tidak mendapati sesuai informasi ia kembali kekantor.

Setiba di kantor guru, Arianto sempat mendengar suara siswa yang lantang melawan guru, karena diangap seorang siswa tidak patas berpilaku terhadap gurunya dan Hilda menangis, seketika tanganya melayang ke wajah kedua siswa itu.

Setelah kejadian tersebut, sebagai kepala sekolah ia mengantarkan dua siswa itu kepada orang tuanya sembari menjelaskan bahwa ia telah memukul AS dan SH, belum sempat masuk ke rumah AS, Arianto dilempari batu besar oleh AS namun tidak mengenanya.

Dihadapan AS dan kedua orang tuanya, Arianto menceritakan kronologi kejadian pemukulan tersebut, usai mendengar keterangan Arianto keluarga tidak mempersoalkan kejadian tersebut.

JULIDA FISMA

Komentar

Loading...