Unduh Aplikasi

Kronologi Meninggalnya Pegawai KIP Pijay

Kronologi Meninggalnya Pegawai KIP Pijay
Kasat Reskrim Polres Pidie Iptu Eko Rendi Oktama. Foto: AJNN.Net/Muksalmina

PIDIE - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie merilis kronologis kejadian di balik meninggalnya Hendri bin Rusli, seorang pegawai Sekretariat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Pidie Iptu Eko Rendi Oktama kepada AJNN, Kamis (7/11) mengatakan, saat itu korban bersama lima temannya yang berstatus tersangka pergi ke sungai di pegunungan Lhok Broh, Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya untuk mencari ikan dengan menggunakan alat strum, pada Kamis 16 Mei 2019.

Selanjutnya berdasarkan keterangan saksi bahwa korban hilang dan ditemukan meninggal dunia pada Sabtu 18 Mei 2019 sekira pukul 10.30 WIB.

Baca: Kasus Meninggalnya Pegawai KIP Pijay, Polisi Sudah Tetapkan Lima Tersangka

Berdasarkan hasil visum, pada punggung korban disebutkan tampak simetris, terdapat pelebaran pembuluh darah berwarna kehitaman, terdapat lebam berwarna kebiruan, kesan luka bakar listrik.

"Hasil visum dikeluarkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh dengan nomor : No.VER: 255/VER/SK-02/KFM/V/2019 yang ditandatangani oleh Dr dr H Taufik Suryadi SP F (K) Dipl-BE," ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari Dr dr H Taufik Suryadi, maksud dari kesan luka bakar listrik tersebut, bahwasanya darah merupakan pengantar arus listrik yang baik, dan apabila ada arus listrik yang masuk ke dalam pembuluh darah, maka pembuluh darah tersebut akan membesar dan melebar tampak kehitaman.

Kata dia, Jika dikaitkan dengan kondisi tubuh korban di bahagian punggungnya tersebut tampaknya pernah masuk dan dialiri oleh arus listrik yang diduga atau diperkirakan tempat masuknya arus listrik tidak pada satu titik di dalam air.

"Artinya jika tubuh manusia dialiri arus listrik dengan posisi didalam air bentuk luka yang ditimbulkan oleh arus listrik tersebut akan membesar dan tidak spesifik," sebutnya

Dikatakan Eko, menurut keterangan Dr dr H Taufik Suryadi bahwasanya kesan luka bakar listrik tersebut dapat mengakibatkan kematian.

Eko Rendi mengaku, sampai saat ini belum diketahui motif yang mengakibatkan korban meninggal dunia di sungai pegunungan Lhok Broh, Gampong, Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

"Keterangan kelima tersangka tidak mengetahui bagaimana kejadianya. Namun penyidik telah mengantongi lebih dua alat bukti. Jadi bukti itu nantinya akan diserahkan ke persidangan untuk diputuskan oleh hakim di pengadilan sesuai dengan fakta," ujarnya.

Dalam kasus tersebut, jelas Eko Rendi, tidak menerapkan pasal pembunuhan terhadap ke lima tersangka.

"Kelima tersangka dikenakan pasal diduga mengakibatkan orang mati atau luka karena salahnya dan meninggalkan orang yang memerlukan pertolongan, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 359 Jo Pasal 304 Jo Pasal 306 Ayat (2) KUHP," kata Eko.

Komentar

Loading...