Unduh Aplikasi

Kronologi Kedatangan 38 TKA Asal China di Nagan Raya

Kronologi Kedatangan 38 TKA Asal China di Nagan Raya
Para pekerja asal China tiba di Nagan Raya melalui Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya. Foto: Dok AJNN

ACEH BARAT - Warga Desa Simapng Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya melakukan pengusiran terhadap 38 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China, yang menginap di hotel yang berada di desa setempat, Jumat (29/8) malam.

Para TKA asal China tersebut diusir warga setelah beberapa jam usai mendarat di Bandara Cut Nyak Dhien Nagana Raya. Warga mengusir karena khawatir para TKA asal China tersebut dapat membawa virus corona di kabupaten setempat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nagan Raya, Rahmatullah mengungkapkan para pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4 itu sebelumnya telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corina Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Nagan Raya.

"Jadi ceritanya sebelum mereka datang kan sudah dapat rekomendasi dari Tim Gugus Tugas kabupaten. Karena itulah mereka berani datang, dengan catatan menerapkan protokol kesehatan," kata Rahmatullah, Sabtu (30/8) pagi.

Selain itu, kata Rahmatullah, juga telah dilakukan koordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kuala Pesisir sebelum mendarat di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya.

"Karena sudah ada persetujuan, TKA itu kemudian di tempatkan di salah satu hotel di Desa Simpang Peut, Kecamatan Kuala," ungkapnya.

Para TKA itu sengaja ditempatkan di hotel karena belum mengantongi izin kerja dari Kementerian Tenaga Kerja. Mereka akan menginap di hotel itu selama 14 hari kedepan dalam masa karantina.

Baca: DPRA: Stop Datangkan TKA ke Aceh

"Kalau langsung dibawa ke asrama PLTU 3 dan 4, para TKA itu bekerja tanpa mengantongi izin kerja," jelasnya.

Karena mendapat pengusiran dari warga, akhirnya para tenaga kerja asal China itu terpaksa dibawa ke lokasi pembangunan PLTU 3 dan 4. Saat ini, mereka menjalani isolasi mandiri di asrama PLTU 3 dan 4, sambil menunggu keluarnya izin kerja dari Kementerian Tanaga Kerja.

"Kalau dalam masa 14 hari usai karantina izin kerjanya tidak kunjung keluar, maka mereka akan dikeluarkan dari lokasi kerja. Selama berada disana dan jalani isolasi mandiri mereka diawasi oleh tim pengawas dari Disnakermob Aceh, karena itu ranah provinsi," ungkapnya.

Sebenarnya, sebelum tiba di Nagan Raya, mereka telah mengantongi surat keterangan sehat bebas Covid-19 dari hasil swab, serta sertifikat kesehatan dari negara asal para TKA tersebut.

"Mereka juga telah dilakukan pemeriksaan standar di Bandara Cut Nyak Dhien dengan melakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan thermogun," ungkapnya.

"Tapi hari ini juga akan dilakukan rapid test kembali oleh tim gugus meski sudah ada hasil swab untuk memastikan kembali," tambahnya.

Komentar

Loading...