Unduh Aplikasi

Kreatif, Sawah Disulap Jadi Objek Wisata Baru di Lhokseumawe

Kreatif, Sawah Disulap Jadi Objek Wisata Baru di Lhokseumawe
Destinasi wisata baru di Lhokseumawe. Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Objek wisata sawah merupakan destinasi terbaru di Kota Lhokseumawe. Lokasi wisata di Gampong Manee Kareung, Kecamatan Blang Mangat ini dibangun dengan menggunakan APBG 2020 dan mampu memikat ribuan masyarakan untuk berkunjung dan berswafoto di lokasi itu.

Tempat wisata yang dibangun di pertengahan sawah itu, belum rampung total. Akan tetapi, ribuan masyarakat dari berbagai daerah datang untuk menikmati pemandangan indah di sana.

Banyak pemandangan yang bisa dilihat, misalkan, padi nan hijau terbentang luas, bisa berswafoto di objek menara Eiffel ala Gampong Manee Kareung, dan berbagai pemandangan indah lainnya.

Untuk menikmati pemadangang di tengah sawah, pengelola membuat jalan gantung menggunakan bambu dan pohon pinang, bahkan juga tersedia terowongan kecil yang sangat indah ketika wisatawan yang ingin berswafoto bersama teman dan keluarganya.

Untuk masuk ke lokasi wisata yang baru dibuka sejak dua pekan terakhir ini, pengunjung hanya merogoh kantong Rp5 ribu per orang, sementara parkir sepeda motor cukup membayar Rp2 ribu saja.

Ketua Pengelola objek Wisata Sawah, Muhammad Zikram mengatakan, lokasi wisata itu dibangung menggunakan dana APBG 2020 dan menjadi Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Manee Kareung. Sejauh ini anggaran yang sudah dikeluarkan untuk lokasi itu lebih kurang Rp190 juta, dan belum rampung total.

“Motivasi awal membangun objek wisata ini untuk menciptakan lapangan kerja kepada pemuda dan pemudi yang masih menganggur di Gampong Manee Kareung,” katanya kepada AJNN, Sabtu (25/7).

Sambungnya, selain itu, objek wisata sawah merupakan baru perdana ada di Kota Lhokseumawe, bahkan kemungkinan di seluruh Aceh juga belum ada. Oleh karena itu pihaknya berinisiatif membuat wisata baru yang belum pernah ada di Aceh. Sehingga Desa Manee Kareung juga bisa lebih maju dan dikenal.

“Awalnya, timbul ide ini, ketika kepala desa kami pergi ke luar Provinsi, dan melihat di luar daerah itu terdapat destinasi wisata seperti ini, nah dari sanalah timbul ide untuk membangunnya di Manee Kareung,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk pengunjung dalam sehari paling sedikit tiket yang laku sebanyak 800 tiket dan paling banyak 4000 tiket. Mereka berasal bukan hanya dari Lhokseumawe, bahkan juga di luar kota itu.

“Disini kami juga melarang pengunjung untuk membuat video tiktok, karena dikhawatirkan mereka tidak berpakaian islami dan akan bertentangan dengan syariat islam, apabila kedapatan kami akan menegurnya dan memberi nasehat, karena setiap sudut kita tempatkan petugas,” imbuhnya.

Salah seorang pengunjung, Gita mengatakan, dirinya sangat menyukai objek wisata tersebut, pasalnya pemandangan yang asri dan alami, serta padi yang hijau mampu memanjakan mata setiap wisatawan yang ada.

“Saya baru pertama sekali berkunjung ke sini, tempat nya unik dan bagus, pokoknya ini sangat kreatif serta menjadi objek wisata yang menarik,” tuturnya.


Komentar

Loading...