Unduh Aplikasi

Kreatif, Pemuda Lhokseumawe Ubah Serabut Kelapa Jadi Pot Bunga

Kreatif, Pemuda Lhokseumawe Ubah Serabut Kelapa Jadi Pot Bunga
Muhammad Yasir saat membuat pot dari serabut kelapa. Foto: Rachmad YD untuk AJNN.

LHOKSEUMAWE – Tangannya dengan lihai memisahkan limbah serabut kelapa sebagai bahan baku pembuatan pot bunga anggrek. Muhammad Yasir, pria berusia 36 tahun, dengan lincah memasukkan serabut kelapa ke dalam kawat yang sudah dibentuk. Dengan raut senyum diwajahnya, bersama istri, pot bunga berbahan baku limbah tersebut diselesaikan satu per satu.

Ayah dari dua anak itu, awalnya termotivasi ketika melihat limbah serabut kelapa yang berserakan dan tak terpakai. Kemudian, dia melihat sosial media bagaimana cara memanfaatkan bahan baku itu menjadi benda yang memiliki ekonomi tinggi saat dijual.

“Untuk cara buat, awalnya saya belajar dari sosial media YouTube, dan secara perlahan saya praktikkan. Alhamdullilah sekarang sudah bisa membuatnya,” kata Yasir saat ditemui AJNN, Sabtu (21/11).

Pria dengan tinggi badan 175 meter itu, mengaku sejak dua bulan terakhir dibanjiri orderan. Dalam satu hari, pesanan dari masyarakat Kota Lhokseumawe sendiri bisa mencapai hingga 15 unit pot yang dikhususkan bagi tanaman Anggrek itu.

“Pesanan dalam satu hari bisa mencapai 10 hingga 15 unit pot bunga. Namun pesanan tersebut tidak rutin,” ujar pria berbadan kurus dan kulit sawo matang tersebut.

Kata Yasir, untuk pembuatan satu unit pot, dirinya hanya membutuhkan waktu lima menit. Hanya saja, kendala yang dialami pada saat musim hujan, dirinya kesulitan mendapatkan serabut kelapa kering.

“Untuk harganya, satu pot Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, tergantung bentuk dan ukurannya,” ungkap warga Gampong Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe itu.

“Usaha ini bisa membantu ekonomi keluarga di tengah Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19),” sambungnya.

Untuk pembuatan pot itu sendiri, M Yasir mengaku hanya berdua dengan istri saja, dan belum merekrut karyawan. Jika memang home industry ke depan permintaannya semakin meningkat, dirinya akan mencari pekerja yang mampu membuat kerajinan tangan tersebut.

“Harapan saya kepada pemerintah, semoga bisa membantu mesin pemisah antara kelapa dan serabutnya, serta membantu dalam upaya pemasarannya,” imbuh Yasir.

Komentar

Loading...