Unduh Aplikasi

KASUS PERKOSAAN ANAK BAWAH UMUR DI LANGSA

KPPAA Sebut Korban dan Pelaku Perlu Mendapatkan Rehabilitas Psikososial

KPPAA Sebut Korban dan Pelaku Perlu Mendapatkan Rehabilitas Psikososial
Kapolres Langsa (tengah) didampingi Kasat Reskrim (kiri) sedang memberikan keterangan dalam konfernsi pers. Foto : Asrul/AJNN

BANDA ACEH - Personil Sat Reskrim Polres Langsa menangkap sembilan dari 10 pria pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, sementara satu pelaku lagi kini sedang diburu setelah melarikan diri.

Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA), Firdaus Nyak Idin meminta penegak hukum untuk melakukan proses hukum yang berkeadilan baik adil untuk korban maupun untuk pelaku pemerkosaan.

"Kita menyarankan aparat penegak hukum memang harus melanjutkan proses hukum yang berkeadilan, adil bagi korban dan juga adil bagi pelaku. Yang utama pada korban perlu mendapatkan layanan rehabilitasi mental atau psikososial, tetapi pelaku juga perlu mendapatkan layanan rehabilitasi mental," kata Firdaus Nyak Idin, di Banda Aceh, Rabu (31/3).

Menurut Firdaus, kasus pemerkosaan yang terjadi di Langsa sangat dilematis, dimana satu sisi para pelaku sebagian masih berusia anak dibawah umur, sementara sebagian pelaku baru saja melewati usia anak (18 tahun) atau masih remaja.

"Satu sisi aparat penegak hukum harus melakukan penegakan hukum untuk memenuhi hak keadilan dan perlindungan anak korban, sementara di sisi lain para pelaku masih pada usia yang membutuhkan dukungan tumbuh kembang dan pengasuhan," sebutnya.

Baca: Sadis, Anak Bawah Umur Diperkosa 10 Pria di Langsa

Sehingga, kata Firdaus, yang sangat penting untuk dilakukan pemerintah adalah melakukan rehabilitasi dan memberikan layanan dukungan psikososial bukan hanya kepada korban, sebagaimana selama ini telah berjalan dengan baik. 

"Tetapi juga melakukan rehabilitasi dan dukungan psikososial kepada pelaku yang notabene masih remaja. Rehabilitasi mental dan psikososial bagi pelaku selama ini sering terlupakan oleh kita, bahkan tak ada datanya," tuturnya.

Ia menjelaskan, rehabilitas fisik dan mental (psikososial) yang diberikan pada korban bertujuan untuk memulihkan kondisi mental dan fisik korban. Sehingga korban dapat melanjutkan proses tumbuh kembang anak dengan baik.

"Sementara tujuan rehabilitasi mental atau psikososial bagi para pelaku adalah agar pada masa yang akan datang para pelaku tidak lagi mengulang perbuatannya. Ini tugas berat bukan hanya bagi pemerintah tetapi juga bagi masyarakat," tutupnya.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...