Unduh Aplikasi

KPK Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Suap Mantan Sekretaris MA Nurhadi

KPK Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Suap Mantan Sekretaris MA Nurhadi
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. Foto: ANTARA

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi mencegah dan merintangi penyidikan dalam perkara yang melibatkan mantan sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Tersangka baru tersebut adalah Ferdy Yuman.

Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan pers kepada AJNN, Minggu sore, (10/1/2021) mengungkapkan bahwa penahanan dan penetapan status tersangka terhadap Ferdy Yuman dilakukan setelah KPK membuka penyelidikan baru.

"KPK membuka penyelidikan baru, dan meningkatkan status perkara ke penyidikan dengan satu orang tersangka yakni Ferdy Yuman," ujar Ali Fikri.

"Dalam perkembangan proses penyidikan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain yang diduga merintangi penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait dengan pengurusan kasus di MA," tambah Ali Fikri.

Lebih lanjut Ali Fikri menjelaskan bahwa perkara ini adalah pengembangan dari perkara suap terkait dengan pengurusan perkara di Mahkamah Agung RI yang dilakukan pada sekitar tahun 2015 sampai dengan tahun 2016. 

Dalam perkara itu, KPK kata Ali Fikri telah menetapkan 3 orang tersangka yaitu Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto. Saat ini tiga orang tersebut yang telah memasuki tahap persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Ferdy Yuman merupakan sopir dari Rezky Herbiyono.

Penangkapan Ferdy Yuman sendiri dilakukan pada Jumat, 8 Januari 2021, saat itu KPK memperoleh informasi dari masyakarat mengenai keberadaan Ferdy Yuman yang beralamat di wilayah Sidosermo Surabaya, Jawa Timur.

Tim KPK kemudian bergerak dengan berkoordinasi dengan personil kepolisian Polda Jawa Timur dan Kepala Lingkungan setempat untuk melakukan penangkapan. Setiba di lokasi, Ferdy Yuman sudah tidak ada. KPK kemudian mengamankan barang bukti di antaranya beberapa dokumen dan telepon genggam, serta satu mobil Fortuner warna hitam.  

Tim selanjutnya melanjutkan pencarian Ferdy Yuman dengan menghubungi Polresta Malang Kota dan Polsek Klojen untuk membantu menyisir keberadaan Ferdy Yuman. Lalu pada pukul 23.45 WIB, tim menemukan 1 unit mobil terparkir di salah satu hotel di wilayah Kota Malang yang dipergunakan Ferdy Yuman untuk melarikan diri.  

"Selanjutnya tersangka FY diamankan untuk kemudian dibawa ke gedung Merah Putih KPK guna mengikuti proses hukum selanjutnya," ujar Ali Fikri.

Ferdy Yuman disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  
 
Untuk kepentingan penyidikan, kata Ali Fikri, tersangka Ferdy Yuman dilakukan penahanan pertama selama 20 hari, terhitung sejak 10 Januari 2021 sampai dengan 29 Januari 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 di lingkungan Rutan KPK, maka yang bersangkutan akan terlebih dulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK cabang Kavling C1.

Komentar

Loading...