Unduh Aplikasi

KPK Tak Dilibatkan dalam Penyusunan Kabinet Jokowi Jilid II

KPK Tak Dilibatkan dalam Penyusunan Kabinet Jokowi Jilid II
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief berharap pihaknya dimintai pertimbangan soal rekam jejak calon menteri Jokowi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif menyebut pihaknya tak dilibatkan dalam pembahasan susunan kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Kami tidak diikutkan, tetapi kami berharap bahwa yang ditunjuk oleh Presiden adalah orang-orang yang mempunyai track record yang bagus dari segi integritas tidak tercela. Kami berharap [Jokowi] memilih yang betul-betul bersih dan profesional di bidangnya yang dia akan kerjakan," ucap dia, di Jakarta, Senin (14/10) dikutip dari Antara.

Namun, kata dia, lembaganya siap memberikan masukan jika dimintai untuk menelusuri rekam jejak calon menteri jelang pelantikan presiden.

"Itu adalah hak prerogatif Presiden. Kalau dimintai masukan, kami akan memberikannya. Kalau tidak, tidak apa-apa seperti itu. Kami berharap bahwa beliau cukup paham untuk mengetahui mana calon menteri yang mempunyai rekam jejak yang baik atau tidak," ujar Syarif.

Sebelumnya, K.H. Ma'ruf Amin yang terpilih sebagai wakil presiden periode 2019-2024 pada Pemilu 2019 mengatakan bahwa penyusunan struktur kabinet masih dalam penyempurnaan sehingga masih belum dapat diumumkan.

"[Kabinet] sekarang masih disempurnakan-disempurnakan," ujar Ma'ruf di Paviliun Kartika, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (13/10).

Pada 2014, Jokowi sempat meminta pertimbangan KPK dalam hal rekam jejak calon menterinya. Namun, Jokowi mulai tak meminta pandangan KPK terkait pejabat setingkat menteri saat mencalonkan Budi Gunawan sebagai Kapolri di DPR pada 2015.

Sejauh ini, terdapat dua menteri kabinet Jokowi yang sudah berstatus tersangka atau lebih dalam kasus korupsi, yaitu Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Komentar

Loading...