Unduh Aplikasi

KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Dana Masjid Bener Meriah

KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Dana Masjid Bener Meriah
Kpk, Foto : Kompasiana
BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk melakukan supervisi terkait kasus dugaan korupsi bantuan hibah pembangunan Masjid di Bener Meriah tahun anggaran 2013. Hal tersebut disampaikan oleh Aktivis Gayo, Waladan Yoga kepada Komisioner KPK, Adnan Pandu Praja, Kamis (1/10) pada acara wisuda siswa Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA) di Banda Aceh.

Waladan mengatakan, dalam kasus itu, Kejaksaan Negeri  Simpang Tiga Redelog, Bener Meriah telah menetapkan empat tersangka. Namun, untuk menghitung kerugian negara, Kejari masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.

"Yang menjadi aneh, Kejari menunggu hasil audit BPKP, sedangkan ketika kami menanyakan kepada BPKP, pihak BPKP tidak pernah menerima laporan dari Kejari untuk dilakukan audit. Kalau kondisi seperti ini, saya semakin kurang percaya kepada aparat hukum yang ada di Aceh," kata Yoga yang juga alumni SAKA.

Padahal, kata Yoga, kasus tersebut sudah pernah dilaporkan kepada ke KPK. Namun, Kejari Simpang Tiga Redelog dengan cepatnya mengambil alih penanganan kasus.

"Allhamdulillah kasus itu sudah berjalan dua tahun, tapi tidak ada tindak lanjut apapun dari aparat hukum," jelas Waladan Yoga dengan nada kesal

Menanggapi hal tersebut, Adnan Pandu Praja meminta kepada masyarakat Bener Meriah untuk segera mengirimkan surat kepada KPK terkait kejanggalan dalam proses penanganan kasus.

"Dikirimkan saja surat kepada kami, nanti setelah kami pelajari, baru akan dilakukan proses selanjutnya," kata Adnan

|FAUZUL HUSNI|

Komentar

Loading...