Unduh Aplikasi

KPK: Aceh Daerah Berpotensi Rawan Korupsi

KPK: Aceh Daerah Berpotensi Rawan Korupsi
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief mengatakan, Aceh menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus KPK disebabkan karena dinilai memiliki kerawanan, seperti halnya dana Otonomi Khusus (Otsus) dan lainnya.

"Aceh menjadi salah satu provinsi yang menjadi perhatian KPK, karena Aceh agak rawan," kata Laode M Syarief saat menggelar konferensi pers, Senin (7/11).

Laode menyebutkan, ada beberapa indikator yang membuat Aceh agak memiliki kerawanan diantaranya, pengelolaan dana otsus yang setiap tahun diterima sekitar 4 sampai 6 triliun, laporan pertanggungjawaban perlu diperhatikan, baik pemanfaatannya atau hal lainnya.

Dari sisi lain, lanjut Laode, para petinggi Aceh juga memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dengan jumlah paling rendah dibandingkan petinggi dari provinsi lain, dan hampir sama dengan Papua.

"Oleh karena Aceh perlu mendapatkan perhatian khusus," ujarnya.

Namun, kata Laode, menjadi perhatian khusus KPK bukan berarti daerah terasebut banyak terdapat kasus korupsi, tetapi akan banyak upaya pencegahan dilakukan agar tidak terjadinya korupsi di Aceh.

Saat ditanyakan terkait apakah tim penindakan dari KPK sudah berada di Aceh, dirinya enggan menjawabnya, ia hanya mengatakan bahwa semua daerah dilakukan pencegahan.

"Penindakan tidak bisa diinformasikan," tutur Laode M Syarief.

Dirinya menjelaskan, pencegah terus dilakukan di setiap kabupaten/kota di Aceh, dan untuk Kota Banda Aceh dalam segi pengawasan pihaknya konsen pada tiga masalah, yaitu tentang sistem perizinan, pengadaan barang dan jasa, serta penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Komentar

Loading...