Unduh Aplikasi

KPA Klarifikasi Berita "Eks GAM Pangkas Dana Desa"

PANTON LABU - Dua petinggi Eks Kombatan GAM yang menjabat tim ekonomi Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Raja Sabi dan Sagoe Kuta Piadah, Daerah IV, Wilayah Pasee mengklarifikasikan pemberitaan AJNN edisi Rabu (07/10/15) dengan judul: Dana Desa Dipangkas Untuk Eks Kombatan GAM.

Dua tim ekonomi masing-masing Sagoe ini, yaitu Otman alias Ayah Ot dan Ridwan alias Leo didampingi Komandan Operasi Daerah IV, Pasee M Jhony membantah pihaknya telah memangkas dana desa di 47 desa yang tersebar di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara sebagaimana isu yang tersebar.

“KPA tidak memiliki kapasitas untuk memangkas dana desa, jadi dengan alasan apa kami melakukannya,” kata Leo yang turut diamini Ayah Ot kepada wartawan AJNN, Kamis (08/10/15).

Sebaliknya kata mereka, dana tersebut merupakan usulan yang diajukan KPA untuk membantu beban biaya Jatah Hidup (Jadup) bagi ratusan anak yatim korban konflik dan sejumlah mantan kombatan yang selama ini masih dinyatakan belum sejahtera di dua Sagoe tersebut.

“Dana itu merupakan dana dalam bentuk sumbangan suka rela dari sejumlah pemerintahan desa, hal tersebut dilaksanakan secara bermusyarawah bukan dengan kekerasan atau dalam bentuk intimidasi atau sejenisnya,” timpal Leo.

Mereka menjelaskan, selama ini KPA setempat masih memperioritaskan bantuan untuk sebanyak 260 jiwa lebih anak Yatim korban konflik di Sagoe Raja Sabi dan 178 jiwa di Kuta Piadah.

“Selama ini dana tersebut kita kumpulkan untuk keparluan anak yatim peninggalan syuhada korban konflik silam, seperti halnya penyediaan dana di hari sakral Meugang. Dan tidak hanya itu, kita juga konsisten membantu kaum Dhuafa, dan eks kombatan GAM yang saat ini masih belum sejahtera,” terang Ayah Ot.

Hal senada juga disampaikan Komandan Operasi Daerah IV, Wilayah Pasee, M. Jhony.

Ia menyesalkan informasi publik yang dengan cepat menyimpulkan kegiatan amal yang dilaksanakan oleh KPA sebagai kebutuhan kelompok yang didapatkan dengan cara pemaksaan terhadap para Geuchik.

“Sumbangan tersebut dilaksanakan dengan tanpa adanya intimidasi atau paksaan. Dalam hal ini, Geuchik dengan suka rela menyumbang dana tersebut, setelah sebelumnya kita laksanakan musyawarah antara forum Geuchik dan unsur KPA. Dan itu merupakan wujud sumbangan demi anak-anak yatim,” kata M. Jhony.

Sementara itu, dalam klarifikasi yang disampaikan, KPA wilayah Pasee juga mengaku tersakiti terkait foto yang digunakan AJNN dalam menayangkan berita tersebut. Karena itu KPA meminta Redaksi AJNN untuk meminta maaf terkait foto yang dianggap memojokkan KPA tersebut.

Adapun foto yang digunakan oleh AJNN, merupakan foto upacara pengibaran bendera GAM. Dalam keterangan foto tersebut tertulis "Ilustrasi Eks GAM."

| EFENDY NOERDIN

Komentar

Loading...