Unduh Aplikasi

Kota Salah Urus

Kota Salah Urus
Ilustrasi: Google Maps.

PERISTIWA banjir di Takengon, Ibu Kota Aceh Tengah, adalah menunjukkan ketidakbecusan pemerintah kabupaten itu dalam mengelola sistem drainase. Dan ini hanya salah satu dari banyak ketidakbecusan yang ditunjukkan dalam mengelola daerah itu. 

Syahdan, dalam sebuah kesempatan, bekas Gubernur Aceh Zaini Abdullah memuji keindahan alam Tekengon seperti kota di dataran tinggi Eropa. Dan pujian ini tidaklah berlebihan, karena memang Takengon, dengan pemandangan Danau Laut Tawar, sangat indah. 

Namun seperti bulan di malam hari, kota ini hanya cantik kala dipandang dari jauh. Namun saat di-zoom, maka terlihat lah bopeng-bopeng yang menunjukkan wajah asli Takengon. 

Banjir itu hanya salah satunya. Dan masalah utama dari kota itu adalah buruknya penanganan sampah dan air. Di hampir setiap sudut kota, para pelintas akan dengan mudah menemukan sampah tergeletak di pinggir jalan, atau di emperan toko. 

Di parit-parit, kondisinya tak jauh berbeda. Bahkan di pinggir danau, kita akan sangat mudah menemukan tumpukan sampah atau sampah plastik yang mengambang di permukaan danau. 

Belum lagi untuk sekadar menikmati suasana kota, baik itu siang hari atau malam hari. Hampir tak ada pedestrian yang layak dijejaki saat menikmati suhu dingin dan suasana kota. Selain jorok, trotoar jalan di Takengon juga sempit. 

Sebagai daerah kunjungan wisata andalan di Aceh, harusnya bupati dan anak buahnya memberikan perhatian serius terhadap kebersihan kota ini. Keindahan Takengon harusnya dikelola dengan baik sehingga menjadi anugerah alih-alih mendatangkan bencana.

HUT Pijay

Komentar

Loading...