Koruptor Tak Takut Hukuman Mati

Koruptor Tak Takut Hukuman Mati
Ilustrasi: LP

BAK gayung bersambut, wacana pemberlakuan hukuman mati terhadap koruptor yang digaungkan oleh Jaksa Agung Burhanuddin disambut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri dengan anggukan. Dia menilai pernyataan Burhanuddin sangat beralasan. 

Berbagai upaya untuk memberantas korupsi memang telah dilakukan. Mulai dari pencegahan hingga penindakan. Pengenalan tentang perilaku korup juga dilakukan secara masif, kepada anak sekolah hingga pegawai negara. 

Namun untuk memberantas korupsi ini perlu shock therapy. Satu eksekusi mati mungkin akan mendapat penolakan dari banyak pihak, namun hal ini memang diperlukan untuk mencegah kematian ratusan atau bahkan jutaan pendudukan akibat perilaku korup dari aparatur negara. 

KPK bekerja dalam tiga pendekatan dalam pemberantasan korupsi, yakni penangkalan (deterrence), pencegahan (prevention), dan pendidikan (education). Langkah ini diharap mendorong budaya tak mau korupsi, tak bisa korupsi, dan tak berani korupsi.

Namun Firli harus ingat bahwa pemberantasan korupsi memerlukan sumber daya kuat. Untuk ukuran Indonesia, jumlah sumber daya di KPK saat ini, yang dibutuhkan untuk kerja seluruh kerja keras itu, jelas tak sebanding. 

Di masa mendatang, KPK perlu menambah jumlah penyidik lewat seleksi ketat sesuai ketentuan undang-undang dan kebutuhan organisasi. Mereka nanti akan bekerja untuk membersihkan lembaga-lembaga negara dari oknum korup dan tindak tanduk yang merugikan keuangan negara dan rakyat. 

Baca Selanjutnya...
Halaman 12

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini