Unduh Aplikasi

Korupsi KJA di Sabang, Kejati Aceh Masih Nunggu Audit Kerugian Negara

Korupsi KJA di Sabang, Kejati Aceh Masih Nunggu Audit Kerugian Negara
Kajati Aceh, Muhammad Yusuf. Foto: AJNN/Melli Saputri

BANDA ACEH - Kejaksaan Tinggi Aceh menyatakan sedang menunggu hasil audit penghitungan kerugian negara (PKN) dalam dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) di Sabang pada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Kajati Aceh, Muhammad Yusuf menyebutkan pihaknya telah menyurati Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh untuk menghitung kerugian negara dalam kasus itu.

"Berapa jumlah kerugian keuangan negara, kami masih menunggu hasilnya. Saat ini, tim audit sedang bekerja," kata Muhammad Yusuf, Rabu (11/11).

Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPKP Aceh agar penangganan kasus itu bisa segera diselesaikan.

Baca: GeRAK Pertanyakan Penyidikan Kasus Korupsi Keramba Jaring Apung di Sabang

"Perkembangannya terus saya pantau dan melakukan koordinasi dengan tim auditor. Saya harap secepatnya ada kepastian hukum," ucapnya.

Pekerjaan pengadaan Keramba Jaring Apung yang bersumber anggaran APBN 2017 dengan pagu Rp50 miliar, Kejati Aceh telah menetapkan mantan Direktur PT Perikanan Nusantara (Perinus) Dendi sebagai tersangka.

Selain itu, penyidik juga telah menyita uang tunai Rp36,2 miliar yang diserahkan langsung dalam bentuk tunai yang diserahkan ke Kejati Aceh.

"Penyidikan masih terus berjalan. Kita harap hasil audit kerugian negara bisa cepat keluar. Mohon doa dan dukungannya," ungkap Kajati Aceh, Muhammad Yusuf.

Komentar

Loading...