Unduh Aplikasi

Korupsi Keramba Jaring Apung, Kejati Aceh Tunggu Petunjuk Jampidsus Kejagung

Korupsi Keramba Jaring Apung, Kejati Aceh Tunggu Petunjuk Jampidsus Kejagung
Kajati Aceh Muhammad Yusuf didampingi Wakajati menyampaikan press release. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Kejaksaan Tinggi Aceh saat ini masih menunggu hasil petunjuk dari Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI terkait kasus korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) pada Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) senilai Rp 45,5 miliar.

Kajati Aceh Muhammad Yusuf mengatakan bahwa penyidik telah melakukan gelar perkara atau ekspose di Kejaksaan Agung di Jakarta terkait tindak lanjut penangganan perkara korupsi Keramba Jaring Apung di Sabang.

"Hingga saat ini kami masih menunggu petunjuk Jampidsus Kejagung dari hasil gelar perkara itu," kata Muhammad Yusuf didampingi Aspidsus R. RaharjoYusuf Wibisono saat press release di Kejati Aceh, Kamis (22/7).

Muhammad Yusuf menyebutkan ada dua kemungkinan penangganan kasus korupsi Keramba Jaring Apung yang telah ditangani sejak dua tahun terakhir yakni apakah perkara ini dilanjutkan ketahap berikutnya atau sebaliknya.

"Setelah kami mendapat petunjuk dari direktur penyidikan Jampidsus, nanti akan kita sampaikan hasilnya kepada rekan-rekan wartawan," ujarnya.

Baca: Penuntasan Korupsi Keramba Jaring Apung Terkendala Audit Kerugian Negara

Diberitakan sebelumnya, Aspidsus R. RaharjoYusuf Wibisono menjelaskan kasus korupsi KJA, penyidik telah menetapkan seorang tersangka pada proyek percontohan budi daya ikan lepas pantai dengan anggaran Rp 50 miliar anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui APBN 2017. Proyek pengadaan tersebut dimenangkan PT Perikanan Nusantara dengan nilai kontrak Rp 45,58

Penyidik juga telah menyita uang tunai Rp 36,2 miliar yang diserahkan langsung dalam bentuk tunai yang diserahkan ke Kejati Aceh.

Hasil temuan penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh, pekerjaan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Perusahaan juga tidak bisa menyelesaikan pekerjaan 100 persen.

Pekerjaan diselesaikan pada Januari 2018, sedangkan pencairan sudah dibayarkan pada 29 Desember 2017.

"Kami berharap ada petunjuk dari direktur penyidikan Jampidsus, sehingga dugaan kasus Keramba Jaring Apung tersebut bisa berlanjut," ungkapnya.

Komentar

Loading...