Unduh Aplikasi

Korupsi Dana Desa, Mantan Keuchik Gampong Tunong Lhokseumawe Jadi DPO Jaksa

Korupsi Dana Desa, Mantan Keuchik Gampong Tunong Lhokseumawe Jadi DPO Jaksa
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, menetapkan Mantan Keuchik Gampong Tunong, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe berinisial MU (38) ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penetapan oknum Keuchik tersebut sebagai DPO karena setelah dilakukan pemanggilan berulangkali terkait kasus penyalahgunaan Dana Desa tahun 2017, namun tak kunjung memenuhi panggilan.

“Kita sudah lakukan penyidikan terhadap dana desa anggaran 2017 di gampong tersebut, dengan indikasi kerugian negara mencapai Rp243 juta sesuai dengan hasil perhitingan PKN dan kita tetapkan oknum keuchik Gampong Tunong sebagai tersangka,” kata Kajari Lhokseumawe, M Ali Akbar melalui Kasi Pidsus, Fery Ichsan kepada AJNN, Rabu (12/6).

Lanjutnya, oknum tersebut ditetapkan sebagai tersangka sejak 7 November 2018. Sementara ditetapkan ke dalam DPO dalam bulan Desember 2018. Pasalnya, saat status tersangka sebagai saksi saat dilakukan pemanggilan tak hadir, begitu juga setelah jadi tersangka dipanggil tiga kali juga tidak datang.

“Berdasarkan perkembangan hasil pemeriksaan saksi-saksi semua baik pejabat desa, ataupun masyarakat terkait lainnya itu mengarah kepada keuchik tersebut. Dari situ kita ketahui dan setelah kita panggil tiga kali dan ditetapkan sebagai tersangka dia tidak berada di tempat. Kita juga minta bantuan dari tim kejaksaan melalui intelejen Kejati, bahwa yang bersangkutan sudah tidak ada di tempat, maka dari itu kita tetapkan sebagai DPO,” ungkapnya.

Feri juga meminta bantuan masyarakat, untuk bisa mencari keberadaan atau membantu Kejaksaan dalam menyelesaikan perkara ini.

"Jika ada yang mengetahui keberadaan tersangka tersebut harap segera melaporkannya ke intansi terkait khususnya Jaksa Lhokseumawe," harapnya.

iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...