Unduh Aplikasi

Korupsi Dana Desa, Keuchik dan Sekdes Lamreh Jadi Tersangka

Korupsi Dana Desa, Keuchik dan Sekdes Lamreh Jadi Tersangka
Kasatreskrim bersama penyidik perlihatkan dokumen kasus korupsi dana desa. Foto: AJNN/Melli Saputri

BANDA ACEH - Polresta Banda Aceh menetapkan Keuchik dan Sekretaris Desa Lamreh, Kabupaten Aceh Besar sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana desa. 

Keuchik berinisial DA dan Sekdes HU, diduga terlibat dalam dugaan korupsi dana desa tahun 2015-2017 dengan kerugian negara mencapai Rp 232 juta. 

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha menyebutkan penetapan dua tersangka itu setelah penyidik menemukan bukti kuat dalam tindak pidana korupsi yang dilakukannya. 

"Hasil audit ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp232 juta lebih dari anggaran dana dsa Lamreh tahun anggaran 2015- 2017," kata AKP M Ryan. 

Didampingi Kanit Tipikor, Ipda Deno Wahyudi, AKP M Ryan menyebutkan dalam penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) ditemukan ada penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan mekanisme dan tidak dapat di pertanggung jawabkan baik secara administrasi maupun fisik. 

"Uang telah ditarik 100 persen, namun pekerjaan tidak selesai dikerjakan, bahkan ada pekerjaan yang fiktif," sebut M Ryan

AKP M Ryan juga menjelaskan penanganan kasus dugaan korupsi dari desa tersebut, pihaknya telah melakukan pengumpulan data sejak akhir tahun 2018, penyidik juga menyita sejumlah dokumen. 

Di pertengahan 2020,lanjut AKP M Ryan, penanganan kasus ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan setelah ditemukan alat bukti atas dugaan korupsi dana desa tersebut. 

"Dari hasil audit BPKP Aceh ditemukan adanya kerugian negara dalam penggunaan anggaran dana desa di Gampong Lamreh tahun anggaran 2015-2017, " ujarnya. 

Dalam kasus tersebut penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh telah memeriksa 25 orang saksi termasuk saksi ahli, namun tidak tutup kemungkinan ada tersangka lainya.

"Kita lihat nantik perkembangan hasil penyidikan," ungkapnya.

|MELLI SAPUTRI

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...