Unduh Aplikasi

Korban PHK Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Mengadu ke DPRK Aceh Barat

Korban PHK Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Mengadu ke DPRK Aceh Barat
Korban PHK Rumah Sakit Cut Nyak Dhien ketika menggelar pertemuan dengan Anggota DPRK Aceh Barat. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Sejumlah Tenaga Harian Lepas (THL) Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh, yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mengadu ke Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat.

Para THL tersebut mengadu ke DPRK, karena merasa ada yang ganjil dengan PHK yang mereka alami, seperti PHK tanpa alasan, dan memminta mengungkap kejanggalan atas PHK yang mereka alami.

Keganjilan-keganjilan yang diungkap diantaranya seperti mereka yang memiliki Surat Tanda Regestrasi (STR) dan Surat Izin Kerja (SIK), namun malah menjadi korban pemecatan.

Reda Otavia misalnya, yang selama ini bertugas di ruang MICU, mengaku memiliki STR dan SIK tapi malah menjadi korban pemecatan. Namun anehnya, dalam pemberitaan pihak manajemen rumah sakit kalau mereka ada yang di PHK lantaran indispliner atau tidak disiplin kerja.

Baca: Masalah PHK di Rumah Sakit, Wabup Aceh Barat Salahkan Bupati

"Kami di PHK tanpa alasan, tidak jelas, padahal kami miliki STR dan SIK. Dulu katanya yang akan di PHK yang tidak miliki STR, tapi sekarang ada yang tidak miliki, ada yang masih dipertahankan. Aneh ada juga yang jarang masuk dan tidak mengisi absensi tapi masih dipertahankan," kata Reda.

Menurutnya ada juga yang lulusan SMA dan tidak memiliki STR, namun hingga saat ini masih bekerja di RSUDCND Meulaboh.

Keganjilan lain diungkap oleh Vici Damayanti, menurutnya informasi awal semua bidan THL yang selama ini ditugaskan di kelas akan PHK, namun yang terjadi ada satu bidan yang masih bertahan.

Atas dasar itu, para THL yang menjadi korban PHK berharap pada anggota DPRK mengungkap siapa dalang di balik PHK yang tidak adil tersebut. Pasalnya saat ditanya ke pihak manajemen mereka tidak tahu apapun tentang PHK, namun hanya menjalankan tugas.

Anggota Komisi IV yang menerima, para honorer tersebut yakni Masrizal, Ahmad Yani, Bustami, Medradia Yugistira, Zulfikar, Bustamam dan Tarmizi.

Komentar

Loading...