Unduh Aplikasi

Korban Pencabulan Guru Mengaji di Meuraxa Banda Aceh Bertambah Lima Orang

Korban Pencabulan Guru Mengaji di Meuraxa Banda Aceh Bertambah Lima Orang
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Korban pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru mengaji terhadap anak didiknya di Kecamatan Meuraxa Banda Aceh bertambah lima orang.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha menyebutkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terungkap korban pencabulan oknum guru mengaji bertambah menjadi lima. 

"Setelah dilakukan pengembangan, korbannya bertambah lima orang," kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Ryan Citra Yudha, Senin (5/10).

Baca: Cabuli Santri, Oknum Guru Dayah di Banda Aceh Ditangkap

Ia menyebutkan oknum guru mengaji berinisial F (21) ditangkap diduga mencabuli anak didiknya, kasus tersebut terungkap setelah orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. 

"Atas laporan itu, tim langsung menangkap tersangka di salah satu yayasan tempat yang bersangkutan mengajar," ucapnya. 

Dalam kasus ini, lanjut M Ryan pihaknya mengalami kendala dalam pengusutan. Hal ini dikarenakan korbannya berada di luar Banda Aceh. 

"Korbannya ada yang berasal dari Aceh Utara dan Lhokseumawe. Ini yang menjadi kendala kita. Penyidik terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga agar memberikan keterangan dalam pengusutan kasus asusila itu," sebut Kasatreskrim AKP M Ryan. 

Sebelumnya, pria berusia 21 tahun itu ditangkap unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) satreskrim Polresta Banda Aceh atas dugaan pencabulan. 

Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani menyebutkan kejadian pencabulan yang dilakukan tersangka terjadi dalam rentang waktu tahun 2020. 

"Tersangka mengakui melakukan pencabulan dengan cara meraba-raba tubuh anak didiknya yang masih dibawah umur," ungkap Ipda Puti.

Komentar

Loading...