Unduh Aplikasi

Korban Pelecehan Seksual di Aceh Utara Trauma

Korban Pelecehan Seksual di Aceh Utara Trauma
Ilustrasi. Foto: Merdeka
ACEH UTARA - Orang tua korban pencabulan di Aceh Utara, merasa sedih dan prihatin terhadap kondisi anaknya. Korban mengalami trauma berat diduga akibat dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum pimpinan dayah beberapa waktu lalu.

"Anak saya sering murung dan jarang keluar rumah. Dia masih terbeban dengan kejadian yang dialaminya," kata orang tua korban kepada AJNN, Selasa (23/8).

Orang tua korban juga menceritakan, sejak dijemput akhir Juli lalu, anaknya tidak mau lagi kembali ke dayah. Awalnya dia tidak mau cerita, setelah dinasehati ibunya, baru anaknya mengakui jika telah dilecehkan guru ngajinya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Aceh Utara, Khuzaimah A. Latief, yang dimintai tanggapannya menuturkan jika kasus pelecehan tersebut sudah dilaporkan ke pihaknya, dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Terkait dengan pengobatan trauma yang dialami korabn, pihaknya juga sudah memberikan penyuluhan kepada korban. "konseling terhadap korban akan rutin kami lakukan, karena ada beberapa korban kasus yang sama yang kami berikan pedampingan. Memang untuk menyembuhkan trauma membutuhkan waktu," ungkapnya.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, korban diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pimpinan dayah tempat dirinya menuntut ilmu.

Kejadian berawal saat korban diajak bertemu seorang oknum guru menjelang libur puasa. Saat itu dia dituduh berbuat mesum, dan lalu pelaku datang dan menyuruh oknum guru tersebut pergi. Saat tinggal berdua dengan korban di sebuah ruang kosong, terjadilah aksi bejat tersebut.

Komentar

Loading...