Unduh Aplikasi

Hakim PN Jantho Dilaporkan ke Komisi Yusdisial

Hakim PN Jantho Dilaporkan ke Komisi Yusdisial
BANDA ACEH – Korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas), Helman Madewa, melaporkan hakim Pengadilan Negeri Jantho Aceh Besar ke Komisi Yudisial, karena diduga telah melakukan kriminalisasi.

Adalah Andriyansyah, hakim tunggal yang mengadili perkara praperadilan yang dimohonkan Helman, korban laka lantas pada 18 Juni 2015 lalu. Ia mengalami kecelakaan itu di Gampong Leupung Baleu, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Mobil avanza velos yang dikendarainya kontra dengan mobil fortuner yang dikendarai Saiful Abdullah, pemilik Toko Zahra Bangunan, yang melintas dari arah Sigli.

Baca: Praperadilan Ditolak, Korban Kecelakaan Jadi Terdakwa

Menurut Helman--dalam putusan praperadilan yang dimohonkannya--hakim Andriyansyah telah melakukan manipulasi keterangan saksi, pengaburan keterangan saksi hingga melakukan penghilangan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dalam sidang praperadilan tersebut.

Dikatakan Helman, contoh pengaburan keterangan saksi yaitu saksi baru melihat sketsa sesudah lewat beberapa hari kemudian.

“Fakta persidangan sebenarnya adalah saksi menerangkan sketsa pelanggaran yang terdapat di atas badan jalan dilihat oleh saksi setelah sebulan lebih pasca terjadinya tabrakan,” sebut Helman, Kamis (11/3).

Adapun saksi yang memberikan keterangan yaitu, Khalidin bin Idris, Zulkarnaen bin M Husen dan Khalidin bin Fauzi. Masing-masing adalah warga Leupung Baleu, Kecamatan Cot Glie Kabupaten Aceh Besar.

Saat ini Helman sedang menunggu panggilan dari Mahkamah Yudisial Republik Indonesia. Setelah mengajukan pengaduan dan permohonannya pada 28 Desember 2015 lalu.

Komentar

Loading...