Unduh Aplikasi

Korban Kehilangan Rumah akibat Banjir Aceh Utara Bakal Dibangun Hunian Sementara

Korban Kehilangan Rumah akibat Banjir Aceh Utara Bakal Dibangun Hunian Sementara
Kondisi air yang menggenangi ruas jalan di Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara. Foto: Ist

ACEH UTARA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar meminta kepada korban banjir yang rumahnya hanyut dan rusah akibat terseret arus banjir akibat luapan Krueng Pasee, agar bersabar terlebih dulu. Pasalnya, saat ini pihaknya sedang berupaya untuk membuat tempat tinggal (hunian) sementara.

“Kami imbau kepada warga yang rumahnya terkena imbas banjir supaya bersabar dulu. Karena kami dari BPBD dan pemerintah daerah sedang berupaya untuk membangun hunian sementara,” kata Munawar kepada AJNN, Jumat (23/11).

Tambah Munawar, untuk penanganan tanggul yang jebol akibat luapan sungai Krueng Pasee tersebut, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak PUPR dalam pembangunan dan perbaikan tanggul itu.

“Untuk tanggul sendiri saat ini sedang proses penimbunan dan perbaikan, meskipun belum rampung total, karena tim masih terus bekerja,” ungkapnya.

Dikabarkan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) merincikan jumlah total kerugian akibat banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh mencapai kurang lebih Rp 14 miliar.

“Untuk data sementara yang kami rincikan, total kerugian akibat banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh mencapai Rp 14 miliar. Yakni, jalan Nasional di Tangse, Pidie sepanjang 150 meter sekitar Rp 10 miliar. Jembatan gantung serta sudah termasuk empat unit rumah penduduk di Aceh Utara, kerugian sekitar Rp4 miliar,” kata Kepala BPBA Teuku Ahmad Dedek kepada AJNN, Senin (19/11).

Untuk kawasan Kabupaten Aceh Utara wilayah banjir sendiri terdapat di enam kecamatan, yaitu, Kecamatan Sawang, Samudera, Syamtalira Aron, Matang Kuli, Geureudong Pasee dan Kecamatan Meurah Mulia.

Komentar

Loading...