Unduh Aplikasi

Korban Kebakaran di Asrama Polisi Mengungsi ke Rumah Tetangga

Korban Kebakaran di Asrama Polisi Mengungsi ke Rumah Tetangga
Penyerahan bantuan masa panik.

LHOKSEUMAWE – Korban kebakaran delapan unit rumah di Asrama Polisi (Aspol) Dewantara memilih untuk mengungsi ke rumah tetangga. Sementara jumlah yang mengungsi sebanyak 26 jiwa.

Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf mengatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi asrama yang terbakar tersebut, akan tetapi untuk tenda darurat dan dapur umum tidak dibangun, karena korban memilih untuk mengungsi ke keluargan dan tetangga terdekat.

“Jadi tindak lanjut dari Pemkab Aceh Utara yakni berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe, terkait rumah dinas yang akan dihuni mereka itu ke depan,” katanya disela-sela pemberian bantuan massa panic di Dewantara, Senin (29/6).

Sambungnya, dalam hal ini pihaknya meminta kepada masyarakat tetap waspada dan berhati-hati dengan listrik, dirinya juga meminta kepada PLN harus rutin dan mengecek serta mengavaluasi kabel listrik dan pemakaian yang dilakukan pelanggan.

“Ini harus di cek secara rutin, terkait dengan penggunaan kabel listrik di rumah, agar terhindar dari musibah-musibah yang tidak kita inginkan,”imbuhnya.

Sebelumnya, sebanyak delapan unit rumah di Asrama Polisi (Aspol) Dewantara, Kabupaten Aceh Utara ludes dilalap si jago merah, Minggu (28/6). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja harta benda milik mereka ikut lenyap bersama kobaran api.

Amatan AJNN, di lokasi kejadian dikerumuni warga sekitar untuk melihat kondisi rumah yang terbakar itu, armada mobil kebakaran juga terlihat mondar mandir berupaya api agar segera padam. Di lokasi kejadian juga pengamanan dijaga ketat oleh personel Polres Lhokseumawe, baik itu dari URC Satuan Sabhara, Polsek Dewantara dan Polantas Polres Lhokseumawe, guna menghindari warga yang memasuki areal itu saat pemadaman berlangsung.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kebakaran sekitar pukul 21.00 WIB, untuk penyebab kebakaran belum diketahui pasti, apakah dari korsleting listrik atau lainnya.

"Penyebabnya kami lakukan penyelidikan lebih dulu, apakah akibat arus listrik dan bermula dari mana," katanya kepada awak media disela-sela pemadaman dilakukan dini hari.

Komentar

Loading...