Unduh Aplikasi

Korban Gempa Pijay Yang Masuk Daftar Tunggu Dipastikan Tak Ada Bantuan Tahun Ini

Korban Gempa Pijay Yang Masuk Daftar Tunggu Dipastikan Tak Ada Bantuan Tahun Ini
Reruntuhan gempa Pijay 2016 silam. Foto: Muksal Mina

PIDIE JAYA – Sebanyak 716 dari 1.010 korban gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu yang masuk dalam tahap II (daftar tunggu) dipastikan akan gigit jari pada tahun 2018 ini. Pasalnya, bantuan untuk pembangunan kembali rumah mereka yang rusak akibat gempa dua tahun lalu itu hampir dapat dipastikan tidak akan cair hingga akhir Desember 2018.

Sebelumnya Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya M Nasir memastikan 1.010 unit rumah rusak akibat gempa Pidie Jaya akhir tahun 2016 itu yang masuk tahap ke II akan cair tahun 2018.

“Untuk bulannya belum saya tau pasti, yang jelas tahun 2018 bantuan untuk 1.010 unit rumah rusak berat akan disalurkan. Sedangkan untuk rumah rusak sedang saat ini sedang dikerjakan, sebab 491 unit rusak sedang sudah disetujui dari dulu, dan dananya pun ada di BPBD Pidie Jaya,” kata M Nasir beberapa waktu lalu.

Bahkan M Nasir memastikan bantuan untuk 1.010 unit sudah disetujui oleh Pemerintah Pusat untuk Pidie Jaya tidak terpengaruh dengan musibah yang menimpa Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia juga meminta kepada korban gempa yang masuk daftar tunggu untuk tidak khawatir dan resah, sebab katanya untuk daftar tunggu tinggal menunggu waktu.

“Cuma tinggal menunggu waktu pencairannya saja untuk Pidie Jaya,” imbuh M Nasir Meyakinkan saat itu.

Namun, apa yang pernah diucapkan M Nasir pada akhir Agustus 2018 itu berbalik 360 derajat dengan pernyataan saat ini. Kepada wartwan, Rabu (12/12) M Nasir mengatakan, dirinya sudah tidak dapat memastikan kapan dana untuk daftar tunggu tersebut akan cair.

“Untuk korban daftar tunggu belum ada kepastian, kita sudah mengusulnya ke Pemerintah Pusat, tapi tidak dipastikan kapan akan keluar,” sebut M nasir.

Dari total rumah rusak berat yang masuk dalam daftar tunggu sebanyak 1.010 unit, 294 unit diantaranya akan dibangun dengan dana pengalihan dana rusak sedang.

“Setelah pendataan, rumah rusak sedang berkurang, jadi dananya kita alihkan untuk pembangunan 294 unit yang masuk dalam daftar tunggu, sementara sisanya belum ada kepastian,” jelas Nasir.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya, Azwar Aswah yang dikonfirmasi AJNN mengatakan, rumah korban gempa Kabupaten Pidie Jaya yang belum tersentuh untuk dibangun dan masuk dalam daftar tunggu sebanyak 1.010 unit, baru tersedia anggaran sebesar Rp 25 miliar atau setara untuk 294 unit. Sedangkan sisanya hingga kini belum jelas nasibnya.

Anggaran yang tersedia sebesar Rp 25 miliar itupun belum dapat digunakan tahun 2018 ini, sebab masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2019.

Ia juga mempertanyakan sumber anggaran Rp 25 miliar untuk rehabilitasi dan rekontruksi rumah korban gempa yang masuk daftar tunggu itu. Sebab informasi yang diterimanya, BNPB Pusat tidak lagi menyetujui dana tahap kedua rehab rekon paska gempa Pidie Jaya.

"Rumah korban gempa yang belum tersentuh bantuan sebanyak 1.010 lagi. Sedangkan anggaran yang tersedia dan masuk dalam APBK 2019 hanya Rp 25 miliar, atau hanya cukup untuk 294 unit. Uang Rp 25 miliar ini sumbernya juga dari mana, karena ada informasi Pusat tidak lagi menyetujui anggaran tahap kedua," kata Azwar Aswah.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...