Unduh Aplikasi

Korban Banjir di Aceh Utara Kekurangan Logistik dan Mulai Gatal-gatal

Korban Banjir di Aceh Utara Kekurangan Logistik dan Mulai Gatal-gatal
Masjid Agung Baiturrahman Lhoksukon terendam banjir. Foto: AJNN/Sarina

ACEH UTARA - Korban banjir di Kabupaten Aceh Utara mengaku kekurangan logistik. Bahkan, sebagian diantaranya menderita penyakit gatal akibat rendaman air tersebut.

Amatan AJNN, sejumlah warga memutuskan untuk mengungsi ke Meunasah, Balai Pengajian, di pinggir jalan nasional depan rumah, bahkan juga ada yang pulang ke rumah saudara mereka.

“Saya sudah mengungsi selama dua hari di Meunasah, sementara harta benda terendam dalam rumah dengan ketinggian air satu meter. Dan bantuan sembako juga belum kami terima,” kata korban banjir, Satariah, Senin (7/12).

Kepala BPBD Aceh Utara, saat dihubungi AJNN untuk meminta data jumlah pengungsi di Aceh Utara, dirinya hanya menyampaikan perkiraan hanya ribuan. Namun tidak memberikan data yang konkrit.

“Data masih saya kumpulkan, dan belum bisa saya sampaikan karena belum disatukan di beberapa kecamatan lain,” jelasnya.

Lanjut, Amir, soal penyaluran bantuan, sepenuhnya tanggungjawab dinas sosial dengan berkoordinasi dengan camat di kecamatan masing-masing.

“Ada lima kecamatan yang parah, Langkahan, Matangkuli, Pirak Timur, Lhoksukon dan Tanah Pasir, sementara jumlah kecamatan yang terendam total hari ini 23 kecamatan,” imbuhnya.

Komentar

Loading...