Kopi Gayo Semakin Pahit

Kopi Gayo Semakin Pahit
Foto: Ist

Oleh: Waladan Yoga

Pada suatu masa, seorang bupati mengundang seluruh Koperasi, eksportir, tengkulak serta seluruh pihak yang berjibaku pada kopi Gayo dari hulu sampai hilir. 

Udara sejuk tak terasa lagi, tiba-tiba pertemuan  berubah: panas. Bupati marah dengan wajah memerah, suasana terlihat tegang! 

Satu kata bupati yang masih teringat, kira kira begini. 

“Kenapa  harus kalian publikasikan kopi Gayo di tolak Uni Eropa, ini dampaknya kemana mana".

Mendengar pernyataan bupati tetsebut, salah satu eksportir kopi menjawab dengan tenang. 

“Begini bapak bupati, kami sudah sampaikan berulang kali tentang program berkelanjutan soal penanganan kopi, tapi tidak ada respon. Hal ini perlu kita ungkap untuk perbaikan kedepan, tidak perlu juga kita tutupi, lambat laun akan terbuka juga, tidak kita yang umumkan maka mereka sendiri yang akan umumkan, dampaknya jauh lebih dahsyat".

Bupati tetap tidak terima dengan penjelasan para eksportir kopi tersebut. 

Para eksportir kembali menjelaskan, peran serta pemerintah sangat dibutuhkan, kemampuan kami terbatas, hanya kepada anggota Koperasi saja yang dapat kami bina dan edukasi, selebihnya menjadi tanggungjawab pemerintah. 

Saat itu, kopi diatas meja semakin terasa pahit. Konyolnya, sejak pertemuan tersebut sampai saat ini, terlihat belum ada langkah nyata, semua masih berjalan sendiri-sendiri. 

Tak terima atas bocornya informasi kopi Gayo ditolak Eropa, lantas diakhir pertemuan bupati mengancam  akan melakukan audit semua Koperasi. 

Saya hanya tersenyum mendengar ancaman tersebut. Apakah pak bupati ini tidak tau kalau koperasi tersebut tidak menggunakan dana pemerintah? Kayaknya perlu banyak membaca soal regulasi koperasi. 

Jika koperasi menggunakan dana Pemerintah katakanlah ada kucuran dana APBK, boleh saja Bupati memerintahkan Inspektorat untuk audit dan lain sebagainya. 

Sudah tidak dibantu pemerintah daerah, sok berkuasa pula. Akhirnya ucapan bupati tersebut hanya jadi bahan tertawaan setelah rapat selesai.

Lalu, apakah zat Glyphosate bisa dihilangkan tentu saja bisa tapi butuh waktu dan ketekunan.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Ramung Institute.

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini