Unduh Aplikasi

Kontraktor Bongkar Kembali Paving Block, Objek Wisata Pesisir Lhokseumawe Rusak

Kontraktor Bongkar Kembali Paving Block, Objek Wisata Pesisir Lhokseumawe Rusak
Kondisi Paving block yang tela dibongkar dan berserakan. Foto: Safrizal

LHOKSEUMAWE - Pinggiran laut di Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhoksumawe telah disulap menjadi objek wisata baru.

Kawasan tersebut dulunya merupakan rumah-rumah kumuh yang umumnya ditempati nelayan, kemudian berubah destinasi yang menyajikan panorama sejuk dan pemandangan indah.

Namun, keindahan destinasi wisata baru itu tak berlangsung lama. Pasalnya setelah diresmikan Wali Kota Lhokseumawe pada November 2016, paving block yang dibangun sebagai jalan di pinggiran pantai itu dibongkar kembali dan dibiarkan berserakan di atas badan jalan. Saat hujan, jalan bekas paving block tergenang air.

Warga setempat menyebutkan paving block itu dibongkar oleh pelaksana proyek tersebut yakni PT Putra Ananda.

Iskandar, salah seorang pengunjung yang ingin menikmati objek wisata baru itu bersama teman-temanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi destinasi itu.

"Setelah saya tahu objek baru ini, saya bersama teman-teman lainnya langsung datang kemari dan melihat kondisinya ternyata sangat jauh dari harapan, di mana di sepanjang jalan objek ini paving bloknya berserakan ditambah genangan air. Semestinya ini tidak terjadi karena baru diresmikan," katanya kepada AJNN, Rabu (3/1) sore.

Ia mengatakan bila kondisi ini terus dipertahankan oleh pelaksana pekerjaan, maka tidak banyak pengunjung yang akan berkunjung ke wilayah itu.

Sementara itu, salah seorang warga yang tinggal di lokasi tersebut mengatakan, kondisi seperti ini sudah terjadi seminggu setelah di diresmikan oleh Walikota Lhokseumawe.

"Hingga saat ini belum ada upaya dari pelaksana pekerjaan untuk memperbaikinya. Malah kondisi tersebut merepotkan kami warga di sini saat melintasi jalan tersebut," kata Ibu dua anak tersebut di lokasi.

Ia menambahkan, hampir seua paving block yang awalnya sudah dipsang itu dibongkar kembali, sehingga air menggenangi lubang bekas paving block tersebut.

"Tak pelak sejumlah warga yang berkunjung ingin menikmati suasana tersebut kecewa setelah sampai kemari," imbuhnya.

Sebelumnya Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya, kepada awak media mengatakan, proyek pembangunan infrastruktur pemukiman kumuh kawasan Kota Lhokseumawe itu dibangun menggunakan APBN sebesar Rp 5 miliar.

Hingga berita ini diunggah AJNN belum mendapat konfirmasi langsung pihak PT Putra Ananda terkait alasan pembongkaran itu.

Komentar

Loading...