Unduh Aplikasi

Kontrak Habis Sejak 2017, Pelindo Masih Kelola Pelabuhan Jetty Meulaboh

Kontrak Habis Sejak 2017, Pelindo Masih Kelola Pelabuhan Jetty Meulaboh
Aktivitas Jetty Meulaboh. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kontrak pengelolaan Pelabuhan Jetty Meulaboh antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) telah berakhir. Anehnya Pelindo hingga saat ini masih mengelola pelabuhan yang berada di Suak Indrapuri.

Dinas Perhubungan Aceh Barat membenarkan kalau hingga kini pelabuhan itu masih dikelola oleh Pelindo. Alasannya karena pihaknya tidak mau mengambil resiko terhentinya aktivitas pelabuhan tersebut.

Kepala Disbub Aceh Barat, Tarfin mengatakan kalau pihaknya menghentikan aktivitas pelabuhan itu, maka sektor perekonomian masyarakat juga akan terhenti.

"Memang dari Pendapatan Asli Daerah kita tidak ada, tapi ada pertimbangan lain yang kita kwatirkan kalau kita hentikan terutama ekonomi masyarakat sekitar pelabuhan terhenti," kata Tarfin.

Saat ditanya lebih lanjut kenapa tidak diambil alih pengelolaannya oleh pemkab, ia mengaku kalau hingga saat ini belum ada perintah langsung dari Bupati Aceh Barat untuk mengambil alih pengelolaan.

Dikatakannya, jika pun dilakukan pengambilalihan pengelolaan, maka pihaknya harus memulai kembali dari nol dari semua sisi kepelabuhanan tersebut.

"Untuk pengambilalihan belum ada instruksi dari pimpinan. Beliau (bupati) meminta untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik," ungkapnya.

Ditambahkan Tarfin, kalau saat ini pihaknya bersama dengan PT Pelindo sedang merumuskan kontrak perjanjian baru pascamasa kontrak usai sekitar 2017 lalu.

Akan tetapi, sebutnya, dalam sistem kerjasama tersebut sedikit mengalami kendala lantaran pihak Pelindo tidak bisa lagi menjalin kerjasama dengan pemerintahan, namun harus Business to Business.

"Kita saat ini sedang berupaya memang merumuskan kontrak baru. Karena Pelindo tidak bisa kerjasama langsung sama kita (pemerintah0 tapi harus B to B, maka kita akan coba lewat PD Pakat Beusare nantinya," ujar Tarfin.

Rencananya perjanjian kerjasama baru ini dilakukan usai pelantikan pimpinan Dewan Pimpinan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat. Tapi meski pelantikan pimpinan telah selesai, pihak Pelindo wilayah I Sumatera Utara hingga kini belum juga datang ke Aceh Barat.

Komentar

Loading...