Unduh Aplikasi

Konflik Gajah di Tangse Sudah Masuk Area Persawahan

Konflik Gajah di Tangse Sudah Masuk Area Persawahan
Konflik Gajah di Gampong Lhok Keutapang kecamatan Tangse. Foto: Boyhaqie

BANDA ACEH - Warga Lhok Keutapang Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie mulai resah dengan banyaknya gajah yang kembali turun ke area persawahan dalam kurun waktu beberapa hari belakangan ini.

Warga Lhok Keutapang Mukhlis mengatakan, konflik gajah didaerahnya kembali terjadi dalam seminggu terakhir. Meskipun warga sudah mencoba menghalau dan menggiring gajah menjauh dari area sawah warga. Namun, tidak lama setelah itu gajah kembali lagi ke area persawahan warga.

"Hingga saat ini sudah beberapa area sawah warga yang siap panen dimakan oleh gajah. Warga sudah mulai berjaga-jaga di area persawahan di Lhok Keutapang," kata Mukhlis kepada AJNN, Rabu (6/3).

Konflik Gajah di Gampong Lhok Keutapang kecamatan Tangse. Foto: Boyhaqie

Tetapi, kata Mukhlis, masyarakat masih keresahan mengingat jumlah gajah yang turun itu lebih kurang mencapai 50 ekor, bahkan beberapa diantaranya sudah mulai agresif. Sejauh ini warga terus mencoba menanganinya, namun belum juga berhasil menghalau pergerakan kawanan gajah tersebut.

"Kami warga sudah kewalahan dalam menangani secara manual, karena gajahnya terlalu banyak sudah tidak mempan dengan marcon, kasihan padi kami sudah mau panen, cuma disitu pengharapan kami," pinta Mukhlis.

Mukhlis menyampaikan, untuk saat ini warga setempat sangat mengharapkan Balai Konversasi Sumber Daya Alam (BKSDA) membantu menangani konflik gajah tersebut, sehingga dapat meminimalisir kerugian masyarakat.

"Warga berharap pihak BKSDA Aceh dapat membantu merespon konflik yang terjadi untuk meminimalisir kerugian dan kerusakan akibat konflik gajah ini," harapnya.

Terkait keluhan warga itu, Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo berjanji akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, dan meninjau lokasinya sehingga bisa segera dilakukan langkah-langkah penanganan.

"Saya sudah perintahkan Kasi dan Karesort cek ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian akan kita lakukan langkah penanganan," kata Sapto.

Komentar

Loading...