Unduh Aplikasi

Konflik Gajah dengan Manusia Tak Bakal Berakhir, Ini Penyebabnya

Konflik Gajah dengan Manusia Tak Bakal Berakhir, Ini Penyebabnya
Ilustrasi, gajah berkonflik dengan manusia. Foto: Net

ACEH TIMUR - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 1, Kamaruzaman menyebutkan konflik antara gajah dengan manusia tidak akan pernah berakhir sampai gajah itu habis.

Hal tersebut disampaikan Kamaruzaman pada kegiatan Fokus Grup Discussions (FGD) tentang pencegahan dan penegakan hukum konflik gajah dengan manusia yang di selenggarakan oleh Polres Aceh Timur, di Aula Kantor Camat, Gampong Alur Pinang, Kecamatan Peunarun, Kabupaten Aceh Timur, Jum’at (30/8).

Kamaruzaman membeberkan, alasan konflik gajah tidak akan berkahir dengan manusia karena hutan lindung (tempat gajah bermain) terus dialihkan fungsi menjadi proyek energi, tambang dan perkebunan.

Padahal, kata dia, gajah itu sudah hidup di luar kawasan pemukiman masyarakat. Namun karena jalur lintasannya sudah berubah fungsi maka mereka (gajah) terusik, sehingga mengganggu perkebunan masyarakat.

"Gajah itu tidak akan berkonflik dengan manusia jika wilayah hidupnya dilindungi, dan tidak diganggu," sebut Kamaruzaman.

Menurut Kamaruzaman, selain hutan yang dialihfungsikan, faktor lainnya gajah berkonflik dengan manusia yaitu terjadinya pemburuan gading yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Kamaruzaman menyebutkan, konflik gajah sering terjadi dibeberapa daerah yaitu, Bener Meriah, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Jaya, Aceh Tenggara dan Aceh Barat hingga Kabupaten Aceh Selatan.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2018, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat ada 73 kasus konflik gajah yang terjadi.

"Kemudian pada awal 2019, konflik gajah pun kembali terjadi dengan masyarakat dan gajah merusak belasan hektar kebun warga di Kabupaten Aceh Timur, Bener Meriah, Pidie, Aceh Barat hingga Kabupaten Aceh Utara," ungkapnya.

Komentar

Loading...