Unduh Aplikasi

Komunitas Aceh di Bangkok Perlu Terus Dikembangkan

Komunitas Aceh di Bangkok Perlu Terus Dikembangkan
Muhammad Khalid Wardana. Foto: Ist

BANDA ACEH - Rabu, 11 Desember 2019, perwakilan Kantor Penghubung Pemerintah Aceh bersilaturahmi dengan Komunitas Aceh di Bangkok (KAB). Dalam pertemuan singkat itu, Muhammad Khalid Wardana, sebagai perwakilan KAB menceritakan potensi alam dan pariwisata Aceh yang dapat dikelola dengan profesional.

Dia memberikan contoh Thailand yang berhasil mendatangkan 22,78 juta wisatawan per tahun, sehingga berhasil mendapatkan peringkat pertama dari Mastercard Global Destination Cities Index 2019.

Menurut Khalid, komunitas Aceh yang ada di Bangkok perlu dikembangkan dengan baik, sehingga potensi kerja sama antara Aceh dan Thailand bisa dimaksimalkan. Selain potensi wisata Aceh yang bisa dikelola dengan pola manajemen Thailand, agenda yang dibahas adalah mengenai pendidikan tinggi di Thailand.

Salah seorang perwakilan KAB yang bernama Rizka, mahasiswa program S2 di Kasetsart University, mengatakan banyak kualitas pendidikan di Bangkok sangat baik. Banyaknya kualitas dosen yang baik dan kerja sama internasional yang ada membuat Thailand bisa menjadi pilihan untuk melanjutkan studi.

Muhammad Khalid Wardana, atau biasa dipanggil Khalid, adalah seorang Admission Counsellor yang saat ini bekerja di Asian Institute of Technology di Bangkok, Thailand. Mulai tinggal di Bangkok sejak tahun 2017, Khalid mengaku sedikit kesulitan untuk berkomunikasi dengan masyarakat Aceh yang ada di Bangkok.

“Agak susah, karena kebanyakan dari kita belum punya platform untuk komunikasi yang mumpuni,” ujarnya.

Selain itu, perbedaan jam kerja juga membuat kegiatan berkumpul agak sulit. Sebelum bekerja di Bangkok, Khalid adalah seorang penerima beasiswa Greater Mekong Subregion (GMS) pada tahun 2013.

Pemuda asal Banda Aceh ini mengambil program S1 (bachelor) dengan jurusan International Development di Mae Fah Luang University (MFU) yang berlokasi di Chiang Rai, Thailand. Khalid juga mampu berbicara fasih 10 bahasa yakni Thailand, Jerman, Inggris, Arab, France, China, Jepang, Spanyol, dan beberapa bahasa lainnya.

Selama berkuliah di MFU, Khalid juga menjabat sebagai presiden di MFU International Student Club, Ketua PPI Thailand simpul MFU, dan juga pernah menjadi humas internasional di komunitas muslim MFU dan ketua editor majalah mahasiswa MFU, MF-You(Th).

Setelah 6 tahun lebih tinggal di Thailand, Khalid menuturkan adanya animo masyarakat Thailand mengenai pariwisata Indonesia.

“Kebanyakan mereka tahu gunung Bromo, Pulau Bali, dan Yogyakarta, tapi saya bilang kalau tempat wisata di Indonesia tidak hanya itu,” ujar Khalid saat ditanyai pada tanggal 11 Desember 2019.

Lelaki kelahiran 3 Desember 1995 ini juga berpesan kepada perwakilan kantor penghubung Aceh di Jakarta untuk tidak segan-segan meminta bantuan KAB jika ada perwakilan dari Aceh yang berkunjung ke bangkok.

Teuku Syafrizal sebagai perwakilan dari Kantor Penghubung Pemerintah Aceh juga mengatakan bahwa mereka sedang mendata masyarakat yang berada di luar Aceh, misalnya di Yogyakarta dan Semarang.

Thailand adalah salah satu wilayah di luar Indonesia yang sedang di data. Ia mengharapkan adanya sekretariat komunitas Aceh di Bangkok, setidaknya dalam bentuk kantor virtual.

Ketika ditanya mengenai hal ini, Khalid mengatakan akan dibuat pendataan masyarakat Aceh di Thailand, yang akan dimulai dari Bangkok dulu.

“Setelah pendataan selesai, maka arah pengembangan komunitas bisa dilaksanakan dengan baik dan minim risiko,” ujarnya.

Komentar

Loading...