Unduh Aplikasi

Komplotan Pencuri Sepmor di Masjid Diringkus Polisi di Langsa

Komplotan Pencuri Sepmor di Masjid Diringkus Polisi di Langsa
Kasat Reskrim memperlihat lima tersangka pelaku curanmor saat press realese di Polres Langsa. Foto: For AJNN.

LANGSA - Lima pelaku (komplotan) pencurian sepeda motor yang beraksi di masjid-masjid di ringkus polisi Satuan Reserse Kriminal Polres Langsa.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo dalam press realese, Minggu (12/4) di Polres Langsa mengatakan, lima pelaku curnamor tersebut ditangkap berdasarkan laporan empat korban.

Kasat Reskrim menjelaskan, laporan pertama diterima pada Selasa 31 Maret 2020 bahwa di parkiran masjid Kampung Krueng Sikajang, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, telah terjadi tindak pidana pencurian sepmor Merk Honda Kharisma, BL 3354 UL yang dilakukan oleh dua orang pelaku berisial JS dan RS.

Kemudian, kata Kasat Reskrim pada Jumat 3 April 2020 kembali ada laporan bahwa di masjid Kampung Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang (Wilkum Polres Langsa) terjadi pencurian satu sepeda motor Honda Supra X 125 BL 4508 UO yang dilakukan oleh empat pelaku berinisial HA, JS, RS, dan MS.

Setelah itu, pada Rabu 8 April 2020 kembali dilaporkan kehilangan sepeda motor jenis Honda Beat di parkiran masjid Sabilussalam Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Langsa, yang dilakukan oleh tiga pelaku berinisial HA, DR, dan HE.

Pada hari yang sama yaitu Rabu 8 April 2020, kata Kasat Reskrim, sekira pukul 21.00 WIB di parkiran Masjid Desa Alur Dua Bakaran Batee, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, dua pelaku yaitu HA dan HE kembali mencoba mencuri sepeda motor Honda Scoopy, namun tidak berhasil karena kunci T yang digunakan patah saat membuka kunci kontak, selanjutnya korban melaporkan ke Polres Langsa.

"Mendapat laporan tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan berkat kerja sama dengan masyarakat, sekira pukul 22.00 WIB berhasil menangkap satu orang pelaku berinisial HA, sementara temannya HE berhasil melarikan diri," kata Kasat Reskrim.

Selanjutnya, kata Kasat, pihaknya kembali menangkap pelaku lain yaitu DR di Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur dan mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat, hasil curian yang dicuri di Masjid Sungai Lueng, Langsa.

Setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka HA dan DR, kata Kasat, tersangka HA mengaku melakukan pencurian sepeda motor juga di Masjid Sapta Marga, Manyak Payed bekerja sama dengan JS, RS dan MS.

"Mendapat pengakuan tersebut, petugas langsung melakukan pengembangan dan menangkap tiga tersangka tersebut yaitu JS, RS dan MS di rumah mereka masing-masing," sebut Kasat Reskrim.

Dari lima tersangka, kata Kasat, yang paling banyak melakukan aksi pencurian adalah tersangka HA, dia telah mencuri di tiga lokasi di masjid-masjid.

"Aksinya dilakukan saat pemilik sepeda motor sedang melaksanakan ibadah salat di masjid," ujar Kasat Reskrim.

Lima tersangka berdomisili di daerah berbeda-beda, tersangka HA (19) tercatat sebagai warga Dusun Keude Meuku, Kampung Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, JS (18) warga Dusun Samarinda Gampong Alue Drien, Kecamatan Birem Bayuen, Aceh Timur.

Tersangka RS (18) dan MS (39) tercatat sebagai warga Dusun Lembah Jaya, Kampung Krueng Sikajang, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, sementara tersangka DR (17) warga Dusun Sejahtera, Kampung Alue Lhok, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

"Dari lima tersangka tersebut, petugas mengamankan lima unit sepeda motor sebagai barang bukti. Adapun jenisnya, satu Honda Beat, dua Supra X 125, satu Honda Blade dan satu Honda Scoopy," ungkap Kasat Reskrim.

Akibat perbuatannya, ke-lima tersangka dikenakan Pasal 363 Ayat 2 KUHPidana dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Komentar

Loading...