Unduh Aplikasi

Komisi V DPRA Kunker ke Rumah Sakit Jiwa

Komisi V DPRA Kunker ke Rumah Sakit Jiwa
Anggota DPRA bersama manajemen RS Jiwa foto bersama Sahidi. Foto: Ist

BANDA ACEH - Sejumlah anggota komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh, Sabtu (7/3).

Sejumlah anggota Komisi V yang kunker ke RS Jiwa yakni Fahlevi Kirani, Tarmizi SP, Purnama, dan Sofyan Puteh. Kedatangan mereka disambut oleh direktur, wakil direktur, kabid dan seluruh pihak manajemen RS Jiwa.

Ketua Komisi V DPRA, Fahlevi Kirani mengatakan dalam bulan ini pihaknya akan mengunjungi seluruh rumah sakit yang menjadi mitra komisi V yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Rumah Sakit Jiwa dan Rumah Sakit Ibu dan Anak.

Dalam kunker ke Rumah Sakit Jiwa, Fahlevi Kirani mengaku pihaknya fokus mendiskusikan terkait dengan terhentinya pembangunan rumah rehabilitasi di Kuta Malaka.

"Padahal rumah rehabilitasi di Kuta Malaka itu direncanakan 2016, kemudian pembangunan dilakukan pada tahun 2017 menggunakan APBA dengan anggaran Rp16 miliar dan dilanjutkan dengan menggunakan APBN sekitar Rp20 miliar," ungkap Fahlevi Kirani.

Anggota DPRA sidak RS Jiwa. Foto: Ist

Sementara pada tahun 2020, kata Falevi, tidak dianggarkan lagi dana untuk melanjutkan pembangunannya yang total keseluruhan mencapai Rp 350 miliar.

"Makanya harus betul-betul melakukan perencanaan angaran yang bebasis RPJM, renja dan renstra SKPA harus punya korelasi," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRA Partai Aceh, Tarmizi SP mengatakan kedatangan mereka juga sekaligus melihat perkembangan pasien atas nama Sahidi, yang sempat ditangkap dan dipukul oleh masyarakat di Nagan Raya karena dicurigai penculik anak anak.

Ia mengungkapkan Sahidi merupakan warga Gayo Lues, ia termasuk salah satu pasien yang sembuh, dan tidak dikurung lagi. Karena kelalaian petugas, Sahidi pergi ke Masjid Raya Baiturrahman, karena ingin salat, tetapi ia lupa jalan pulang hingga kesasar ke Nagan Raya.

Anggota DPRA sidak RS Jiwa. Foto: Ist

"Saya menyesalkan kejadian tersebut dan meminta kepada pihak Manajemen Rumah Sakit Jiwa agar kejadian seperti itu cukup sekali," kata Tarmizi.

Untuk itu, Tarmizi meminta manajemen rumah sakit untuk memperketat penjagaan agar pasien tidak mudah keluar dari rumah sakit.

"Kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi dan jangan pernah terjadi lagi. Jadikan pelajaran berharga untuk perbaikan ke depan. Alhamdulillah Sahidi sudah sembuh, hari Senin mendatang akan diantar langsung oleh pihak rumah sakit ke rumahnya di Gayo Lues," ujarnya.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...