Unduh Aplikasi

DUGAAN PENYELEWENGAN ANGGARAN PELATIHAN PESAWAT

Komisi IV DPRA akan Panggil Kadis Perhubungan

Komisi IV DPRA akan Panggil Kadis Perhubungan
Sekretaris Komisi IV DPRA, Zulfadhli. Foto: Ist

BANDA ACEH - Komisi IV Bidang Pembangunan dan Tata Ruang Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan terkait dugaan penyelewengan anggaran pelatihan engginer teknisi Pesawat Pemerintah Aceh di perusahaan penerbangan Shark Aero Slovakia.

Sekretaris Komisi IV DPRA, Zulfadhli yang akrab dipanggil Tengku Abang pihaknya sangat menyayangkan jika dugaan tersebut benar adanya dan hal itu sangat merugikan rakyat Aceh karena anggaran yang dipakai bersumber dari Aanggaran Pendapat Belanja (APBA) .

Baca: Anggaran Pelatihan Teknisi Pesawat Pemerintah Aceh Diduga Bermasalah

"Karena itu, dalam waktu dekat ini kita akan panggil Kadis Perhubungan Aceh untuk mengklarifikasi dugaan penyelewengan dana itu," kata Tengku Abang kepada AJNN, Jumat (29/6).

Dikatakan Tengku Abang, jika nantinya terbukti adanya penyelewengan anggaran pelatihan teknisi pesawat pemerintah, pihaknya akan mendesak pihak terkait mengusut tuntas dan diproses dengan hukum yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Aceh mengalokasikan sebesar Rp 1,065 miliar Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2018 untuk Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan pada Dinas Perhubungan Aceh. Anggaran itu dialokasikan untuk pelatihan Pilot serta Engineer di perusahaan penerbangan Shark Aero Slovakia.

Sumber AJNN menyebutkan pengelolaan anggaran tersebut tidak transparan, pasalnya pencairan tidak langsung dilakukan oleh engineer (teknisi) yang mengikuti training, melainkan oleh wakil ketua tim asistensi berinisial SML.

"Pelatihan untuk enginer ada tiga item yaitu Basic, Intermidiate dan Advance, jadi untuk basic pencairan dana untuk enginer sepenuhnya dilakukan oleh saudara SML kemudian dikirim kepada engineer. Seharusnya pencairan dilakukan langsung oleh engineer," kata sumber yang enggan namanya ditulis sembari memperlihatkan beberapa dokumen bukti.

Komentar

Loading...