Unduh Aplikasi

Tanggapan PUPR Langsa Terkait Proyek Rp 3,2 Miliar Retak-retak Usai Dikerjakan

Tanggapan PUPR Langsa Terkait Proyek Rp 3,2 Miliar Retak-retak Usai Dikerjakan
Kondisi retak pada proyek saluran irigasi di Gampong Buket Meutuah. Foto: Dok AJNN

LANGSA - Setelah menerima desakan dari atasannya. Akhirnya PPK Bidang Pengairan pada Dinas PUPR Kota Langsa, Rahmat Fauzi, angkat bicara terkait kerusakan proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I di Gampong Buket Meutuah, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, bernilai Rp. 3,2 Miliar yang baru selesai dikerjakan.

Rahmat Fauzi, Jum'at (16/1) kemarin,  secara khusus menjumpai wartawan AJNN di Langsa. Ia meminta maaf karena konfirmasi yang dilayangkan AJNN sebelumnya tidak dijawab disebabkan sedang sedikit pusing menghadapi pekerjaannya.

Dalam pertemuan kemarin, Fauzi mengaku akan mempersiapkan keterangan tertulis untuk memberi keterangan terkait berita yang dimuat di AJNN. Klarifikasi dilakukan atas desakan atasannya dan akan dikirim ke AJNN, hari ini, Sabtu 16 Januari 2021.

Kemarin Fauzi juga mengaku, setelah berita proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I di Gampong Buket Meutuah mengalami retak-retak tayang di AJNN. Dia dihubungi oleh pihak Polda Aceh. Menurut pengakuan Fauzi pihak Polda akan turun ke Langsa untuk melihat proyek tersebut.

"Gara-gara muncul berita di AJNN, saya dihubungi oleh orang Polda. Dan mereka mengatakan akan turun ke Langsa pada Senin untuk melihat proyek tersebut," kata Fauzi kemarin.

Baca: Baru Selesai Dikerjakan, Proyek Rp 3,2 Miliar di Langsa Sudah Retak-retak

Keterangan Tertulis

Dalam keterangan tertulis yang di kirim ke AJNN, Sabtu (16/1), Fauzi menyatakan bahwa dirinya selaku PPK sudah memerintahkan pihak rekanan pelaksana yaitu PT Desa Maju Indonesia untuk memperbaiki keretakan yang terjadi pada proyek tersebut. Dan kerusakan tersebut akan diperbaiki oleh rekanan dalam minggu ini.

Menurut Fauzi, proyek tersebut dikerjakan dalam jangka waktu selama 120 hari kalender, dimulai tanggal 5 Agustus 2020 dan selesai tanggal 3 Desember 2020.

Fauzi mengakui ada terjadi keretakan di sejumlah titik pada proyek berumber dana DAK 2020 tersebut. Menurutnya, itu hanya retak rambut yang terjadi diacian. 

"Retak rambut itu terjadi karena penyusutan material beton akibat adanya pergeseran tanah sawah yang labil di belakang dinding saluran. Proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan pihak rekanan pelaksana," ungkap Fauzi yang juga PPTK pada proyek tersebut.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...