Unduh Aplikasi

Koalisi NGO HAM Aceh Somasi Google

Koalisi NGO HAM Aceh Somasi Google
Koalisi NGO HAM melakukan somasi ke pihak google. Foto: AJNN.Net/Tommy

BANDA ACEH - Koalisi NGO HAM Aceh melakukan somasi ke pihak perusahaan Google terkait fitur google translate yang menampilkan frasa bernada rasis, penyebaran kebencian terhadap suku Aceh dan Melayu.

Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad menyebutkan perusakan tatanan bahasa daerah dinilai sangat meresahkan publik dan membuka ruang konflik horizontal atas keberagaman suku di Indonesia.

"Somasi ini kita lakukan untuk menghindari konflik serta mencegah terjadinya gesekan akibat frase kata terjemaahan yang di nilai mengandung diskriminasi rasial," kata Zulfikar, Selasa (22/10).

Sebelumya, kata Zulfikar, pihaknya juga telah menyampaikan surat protes melalui Forum Masyarakat Melayu Aceh ke pihak google perwakilan di Indonesia dengan tembusan ke kantor pusat di Amerika. Namun, dalam surat balasan pihak google Indonesia menyatakan tidak memiliki kewenangan luas untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

"Tanggapan pihak google Indonesia tidak menggambarkan penyelesaian hukum yang signifikan dan dianggap tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan permasalahan," sebutnya.

Meski pihak google telah mengubah hasil terjemahan, lanjut Zulkifli tidak menghilangkan apa yang dilakukan layanan produk google translate itu.

"Kejadian ini kami menilai ada unsur kesengajaan, meski mereka mengakui kesalahan dalam sistem layanan google translate kita tetap mengirimkan surat somasi," ujarnya.

Dalam kejadian ini, pihak Koalisi NGO HAM Aceh menuntut ke pihak google untuk membuka, melacak dan memberikan data kontributor pembuat terjemahan yang mengandung diskriminasi rasial yang merendahkan harkat dan martabat suatu suku bangsa di Indonesia.

Pihaknya juga meminta kepada google perwakikan Indonesia dan kantor pusat meminta maaf secara terbuka dan resmi melalui media massa di 34 provinsi di Indonesia.

"Kita berikan waktu tujuh hari untuk google dapat memenuhi tuntutan permintaan maaf secara terbuka. Kejadian ini diharapkan tidak terulang," ungkapnya.

Komentar

Loading...