Unduh Aplikasi

KM Tailana Singkil Dinilai Hanya untuk Transportasi Para Elit

KM Tailana Singkil Dinilai Hanya untuk Transportasi Para Elit
KM Tailana milik Pemkab Aceh Singkil yang tertambat di Danau Anak Laut, Gosong Telaga Barat. Foto: AJNN/Khairuman

ACEH SINGKIL - Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (Hipmasil) menilai kapal cepat KM Tailana milik pemkab setempat hanya untuk pajangan dan transportasi para elit. Padahal, kapal tersebut sudah memasuki perairan Aceh Singkil sejak Desember 2019.

Ketua Hipmasil, Boby Rizky Dharmawan, mengatakan kapal yang dibeli sekitar Rp 4,5 miliar, bersumber dana Otsus itu belum sepenuhnya bermanfaat bagi masyarakat. Ia bahkan menilai alasan yang disampaikan oleh dinas terkait kenapa kapal itu belum berjalan sangat klasik untuk menutupi kekurang fasilitas pelabuhan tempat kapal tersebut bersandar.

“Alasan perpanjangan izin pelayaran belum didapat dan belum bisa beroperasi untuk umum merupakan alasan yang sangat klasik,” ungkapnya.

Menurutnya selama ini kapal tersebut hanya bisa dinikmati oleh para elit, apalagi saat ini sedang disibukkan dengan pengadaan mobil baru.

“Hasil pansus selama ini juga diam, dan tidak ada kelanjutantnya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan kalau pembelian kapal tersebut tidak ada manfaat dan merugikan keuangan negara. Apalagi anggaran yang diserap untuk kapal itu tidak sedikit.

“Terkesan pemerintah tidak tanggung jawab terkait pembelian kapal itu,” katanya.

Kata Bobby, kapal itu saat ini dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda), padahal kondisi Perumda sekarang seperti instansi yang tak berdaya, bahkan kabarnya Perumda tahun 2021 diduga tidak ada anggaran lagi.

“Di berita-berita awal KM Tailana hadir sangat berpotensi menunjang pariwisata Aceh Singkil dan menunjang perekonomian di bidang pariwisata. Tapi sampai saat ini kapal cepat itu tak secantik berita-berita dulu lagi, bahkan kapal cepat itu hanya dipakai oleh elit negeri ini,” tegasnya.

Ia menambahkan pemerintah harus punya komitmen dalam menjalankan tugas dan harus serius dalam menepati perkataan yang sudah keluar dari mulut. 

“Yang dulu sudah pernah menyebutkan bahwa KM Tailana akan beroperasi tapi kenyataan sampai saat ini hanya omong-kosong,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil Malim Dewa, ketika dikonfirmasi AJNN mengatakan kendala kapal tersebut belum beroperasi karena Covid-19.

"Tentang kendala, pengurusan operasional KM Tailana terkendala pagu anggaran, mengingat situasi corona," ujarnya.

Terkait polemik lainnya tentang penggunaan kapal cepat itu, Malim Dewa menyebut itu merupakan sebuah dinamika.

|KHAIRUMAN

Komentar

Loading...