Unduh Aplikasi

Klarifikasi Sekretariat DPRA Soal Cetakan Foto Pajangan Presiden dan Wapres

Klarifikasi Sekretariat DPRA Soal Cetakan Foto Pajangan Presiden dan Wapres
Poster Presiden dan Wapres yang dicetak pakai kertas spanduk. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengirimkan klarifikasi terkait adanya foto pajangan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang dicetak menggunakan kertas spanduk.

Baca: Foto Pajangan Presiden dan Wapres di DPRA Dicetak Pakai Kertas Spanduk

Dalam keterangan Sekretariat DPRA ini dijelaskan bahwa seluruh lembaga negara baik di Pusat maupun Daerah  khususnya dalam hal pergantian foto resmi Presiden dan Wakil Presiden untuk dipajang pada setiap ruangan di kantor-kantor pemerintahan harus berpedoman sesuai surat edaran Kementerian Sekretariat Negara.

Dalam hal ini, Kementerian Sekretariat Negara telah menerbitkan Surat Edaran Nomor B-1172/M.Sesneg/Set/TU.00.03/10/2019, perihal foto resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024.

Kasubbag Perlengkapan Sekretariat DPRA, Safrizar mengatakan, setelah mendapatkan surat edaran tersebut, pihaknya langsung berbenah dan mempersiapkan proses cetak foto resmi Presiden dan Wakil Presiden.

Di sini, kata dia, mereka telah mencetak perlengkapan foto resmi Presiden dan Wakil Presiden menggunakan kertas foto kelas premium merk Luster premium yang memiliki sedikit lapisan kilauan sehingga tidak terlalu menyilaukan dan tekstur tajam seperti mutiara.

"Sidik jari yang tidak terlihat, saturasi yang kaya warna, anti silau, tampak profesional dengan kertas berkualitas tinggi dan terbaik untuk bingkai di dinding," kata Safrizar dalam keterangannya, Jum'at malam (25/10).

Safrizar menuturkan, mengenai foto yang telah dicetak menggunakan kertas spanduk atau baliho, semua itu hanya sebagai contoh untuk ukuran cetakan sebelum dibawa ke studio, sehingga lebih tepat dan presisi saat proses percetakannya.

"Dipilih metode pengukuran terlebih dahulu dengan mencetak bahan sejenis kertas baliho, yang bertujuan untuk mendapatkan ukuran yang tepat dan lebih presisi," ujarnya.

"Setelah proses pengukuran selesai, maka akan dicetak dengan menggunakan kertas Luster premium," sambung Safrizar.

Dirinya menyebutkan, proses pemasangan baru dapat dilaksanakan pada 24 Oktober 2019, hal ini karena menunggu proses rilis foto resmi dan juga menunggu proses percetakannya.

Foto-foto itu nantinya akan dipasang pada setiap ruangan, baik di ruang rapat, ruang pimpinan, komisi, fraksi, ruang sekretariat dan gedung utama DPR Aceh.

Sebelumnya, sejumlah jurnalis melihat foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk pajangan ke setiap ruangan di gedung DPRA terlihat dicetak menggunakan kertas spanduk, bukan kertas foto atau kertas standar lainnya untuk sebuah poster.

Pantauan AJNN, beberapa orang di ruangan Badan Anggaran (Banggar) DPRA sedang memotong dan memasukkan foto tersebut ke dalam bingkai. Saat itu, memang belum terlihat terpasang di dinding. Tapi, sudah ada beberapa foto diantaranya telah dimasukkan dalam bingkai, dan juga banyak yang belum dimasukkan.

Komentar

Loading...